Pengamat Dorong DPR Gunakan Hak Interpelasi ke Sudirman Said

Al Abrar    •    Minggu, 22 Nov 2015 18:03 WIB
pencatut nama presiden
Pengamat Dorong DPR Gunakan Hak Interpelasi ke Sudirman Said
Ketua DPR Setya Novanto diduga si pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia,--Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Ekonomi Ichsanudin Noorsy mengatakan, sebaiknya DPR menggunakan hak interpelasinya kepada Menteri ESDM Sudirman Said terkait rekaman yang dilaporkannya ke MKD.

Hal tersebut untuk membuktikan siapa yang berbohong dalam kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

"Interpelasi saja Sudirman Said, gunakan hak bertanya itu. Harus tegas karena motifnya ada kontrak politik ekonomi yang sangat luar biasa," kata Ichasanudin, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2015).

Menurut Ichsanudin, dengan menggunakan hak bertanya dapat mengungkap kebenaran soal pencatutan nama Jokowi-JK.

"Arahnya adalah Presiden menyelamatkan kondisi politik di Indonesia dan menyelamatkan harkat martabat bangsa dalam kancah multi nasional corporation. Yang ternyata sudah melakukan praktik-praktik intelijen yang tidak menyenangkan," tambahnya.

Dia menerangkan, praktik-praktik intelijen yang dimaksud adalah bocornya rekaman yang diduga dilakukan direktur PT Freeport Indonesia Maroef Syamsuddin dalam menegosiasi perpanjangan kontrak.

"Dalam konvensi Jenewa, sebetulnya praktik-praktik tersebut tidak boleh dipakai. Karena tidak cocok dalam percaturan internasional. Nah interpelasi ini supaya harkat martabat kita tidak dipermalukan," kata dia.


(MBM)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA