Inilah Teknologi yang Digunakan Anggota ISIS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 23 Nov 2015 11:50 WIB
isis
Inilah Teknologi yang Digunakan Anggota ISIS
ISIS merupakan ancaman untuk semua pihak. (AP Photo/Biswaranjan Rout)

Metrotvnews.com: Beberapa hari lalu, muncul berita yang menyebutkan bahwa aplikasi messenger Telegram telah memblokir puluhan kanal yang digunakan oleh ISIS untuk berkomunikasi. Pertanyaannya, teknologi apa lagi yang digunakan ISIS?

Engadget melaporkan, akademi militer West Point berhasil menemukan panduan keamanan operasi milik ISIS. Panduan ini akan menunjukkan pada para anggota ISIS layanan internet dan software apa saja yang seharusnya mereka gunakan.

Salah satunya adalah Tor, yang memungkinkan penggunanya untuk berkomunikasi di internet secara anonim. Sementara sistem operasi yang disarankan untuk digunakan adalah Tails, sebuah sistem operasi yang, lagi-lagi, fokus pada privasi dan anonimitas penggunanya. 

Untuk layanan pengirim pesan, anggota ISIS didorong untuk menggunakan layanan seperti Telegram, FireChat atau iMessage. Anggota ISIS juga diminta untuk menggunakan ponsel yang aman seperti BlackPhone jika memungkinkan.

Para anggota ISIS juga diharuskan untuk menghindari semua aplikasi yang akan membocorkan lokasi mereka atau aplikasi seperti Dropbox yang memberikan izin pada pemerintah untuk mengakses cloud storage mereka.

Panduan ini juga menghilangkan beberapa rumor yang beredar mengenai teknologi yang digunakan ISIS. Seperti rumor yang menyebutkan anggota ISIS menggunakan PlayStation untuk berkomunikasi sebelum penyerangan di Paris.

Dalam panduan ini, disebutkan bahwa PlayStation bukanlah alat yang digunakan untuk berkomunikasi. ISIS juga menghindari penggunaan WhatsApp karena enkripsi aplikasi ini masih memiliki banyak celah.

Teknologi yang disebutkan dalam buku panduan ini mungkin sudah tak asing lagi untuk Anda. Teknologi yang digunakan ISIS tersebut sama yang digunakan para aktivis HAM dan pihak lain yang berusaha untuk menghindari pelacakan pemerintah. Dan hal inilah yang memunculkan debat apakah layanan terenkripsi memang diperlukan.

Layanan terenkripsi memungkinkan organisasi seperti ISIS untuk menyusun rencana mereka tanpa diketahui siapa pun. Pada saat yang sama, layanan seperti ini sangat penting bagi orang-orang yang pro-demokrasi.


(ABE)