Sempat Mangkir, Politikus PAN Diperiksa KPK

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 23 Nov 2015 11:34 WIB
gratifikasi bansos sumut
Sempat Mangkir, Politikus PAN Diperiksa KPK
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara 2009-2014 asal PAN Kamaludin Harahap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia sempat mangkir pada pemeriksaan Selasa 10 November 2015 lalu saat empat rekannya sesama pimpinan DPRD ditahan.

Kamaludin tiba di kantor lembaga antikorupsi itu pukul 09.45 WIB, Senin (23/11/2015). Namun,  politikus berstatus tersangka ini enggan memberi keterangan kepada wartawan dan memilih langsung masuk ke lobi kantor pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki Cs.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, Kamaludin akan diperiksa dalam kasus dugaan suap terhadap DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka,"  jelas Yuyuk.

Kamaludin diduga akan dimintai keterangan soal aliran suap Sumut dari Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho ke kantong para wakil rakyat. Namun, Yuyuk belum mau banyak bicara soal materi pemeriksaan ini. "Dia dipanggil karena keterangannya dibutuhkan," jelas dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap kepada DPRD Sumut pada Selasa 3 November 2015. Mereka adalah Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Suap diduga diberikan terkait beberapa hal. Fulus mengalir untuk persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD provinsi Sumut tahun 2015.

Gatot yang diduga sebagai pemberi disangka Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, kelima legislator yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Empat legislator sudah ditahan KPK menyusul Gubernur Gatot yang sudah meringkuk di Rumah Tahanan lebih dahulu. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, dan Sigit di Rutan Polres Jakarta Pusat.



(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA