Politikus Golkar: Helikopter Presiden Harusnya Buatan Dalam Negeri

Al Abrar    •    Senin, 23 Nov 2015 15:49 WIB
alutsista
Politikus Golkar: Helikopter Presiden Harusnya Buatan Dalam Negeri
Tantowi Yahya. Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana membeli helikopter jenis AW 101 Agusta. Helikopter itu akan digunakan untuk kegiatan presiden dan wakil presiden.

Helikopter buatan Italia itu menggantikan helikopter super puma, produksi 1980 yang selama ini mengantarkan presiden saat berdinas ke pelosok.

Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya menilai, rencana pembelian AW 101 Agusta membuat pemerintah terkesan tak mendukung produksi dalam negeri. Padahal, PT Dirgantara Indonesia memproduksi helikopter jenis Super Puma yang tak kalah canggih dari AW 101 Agusta.     

"Ini lah saatnya menunjukkan keberpihakan jangan hanya retorika. Sebagai wujud nyata menggunakan pertahanan nasional," kata Tantowi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Menurut Tantowi, harga Super Puma lebih rendah dari AW 101 Agusta. Namun dia menjamin secara kualitas helikopter buatan anak negeri ini tak berbeda jauh. 

"Kalau presiden sendiri ragu menggunakan prosuksi dalam negeri. Bagaimana luar negeri akan membeli alutsista kita," ujar dia.

Karena itu dia berpendapat, jika Super Puma dilengkapi dengan sistem yang dimiliki AW 101 Agusta, hanya akan menambah kisaran USD5 Juta.

"Jadi kalau beli super Puma, paling harganya USD40 juta, dan bisa lebih berhemat," tukas dia. Sementara harga per unit AW101 Agusta USD55 juta.


(KRI)