Hindari Konflik, AS dan Tiongkok Buat Jaringan Langsung Luar Angkasa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 23 Nov 2015 16:06 WIB
antariksa
Hindari Konflik, AS dan Tiongkok Buat Jaringan Langsung Luar Angkasa
Ilustrasi satelit. (Wikipedia)

Metrotvnews.com: Untuk mencegah terjadinya krisis di luar angkasa, Washington dan Beijing setuju untuk membuat sebuah jaringan langsung, sebuah hotline yang memungkinkan AS dan Tiongkok untuk saling berbagi informasi mengenai aktivitas luar angkasa yang mereka lakukan.

Berdasarkan laporan dari The Financial Times, hotline antara Washington dan Beijing ini didesain untuk membantu badan militer dan luar angkasa kedua negara untuk mendiskusikan kemungkinan terjadinya tabrakan atau untuk melakukan tes.

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, hotline ini memiliki konsep yang sama dengan "red telephone" yang merupakan jaringan yang menghubungkan Moscow dan Washington secara langsung. Jaringan ini dipasang setelah terjadinya Krisis Rudal Kuba. Tujuan dari jaringan ini adalah untuk mencegah terjadinya krisis yang disebabkan oleh kesalahpahaman saat komunikasi.

Berdasarkan asisten Menteri Luar Negeri AS, sebelum adanya hotline ini, ada banyak departemen yang harus dilalui jika AS ingin menghubungi Tiongkok. Salah satu alasan jaringan langsung ini dibuat adalah karena saat ini, Tiongkok mulai menjadi negara yang diperhitungkan dalam penjelajahan luar angkasa.

Seperti yang disebutkan oleh Engadget, saat ini, negara-negara yang sangat peduli akan penjelajahan luar angkasa, seperti AS, Tiongkok dan Rusia, mulai membangun senjata anti-satelit. Jika terjadi sebuah kecelakaan, ditakutkan, hal ini lalu disalahartikan sebagai sebuah serangan, yang dapat berujung pada perang.

Dengan adanya jaringan langsung ini, diharapkan AS dan Tiongkok dapat lebih fokus untuk saling bekerja sama dan bukannya justru mencurigai satu sama lain.


(MMI)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA