Ayah Jual Ginjal Rp1,2 Miliar

Bocah Butuh Dana Rp1,2 M Kini Terkulai di RSUD

Batur Parisi    •    Senin, 23 Nov 2015 16:03 WIB
kemiskinan
Bocah Butuh Dana Rp1,2 M Kini Terkulai di RSUD
Susanto merawat putranya yang terkena hepatitis B di RSUD Banten, MTVN - Batur Parisi

Metrotvnews.com, Serang: Adrian, bocah usia lima tahun yang mengalami hepatitis B, kini terkulai lemah di RSUD Banten. Susanto pun berharap siapapun donatur untuk membantu putra semata wayangnya itu sembuh dari penyakitnya.

"Ayah, ayah," kata Adrian memanggil-manggil nama papanya saat terbaring di ranjang ruang perawatan nomor 463, Senin (23/11/2015).

Susanto langsung mendekap putranya. Ia berusaha menenangkan putranya sambil mengelus-elus tubuhnya. Adrian pun bisa kembali tenang dan memejamkan matanya. 

Ia pasrah saat tim medis memasang infus di lengan kanannya. Perawat juga memasangkan alat bantu pernapasan pada bocah itu.


(Tim medis melakukan tindakan pada Adrian bocah penderita hepatitis B di RSUD Banten, MTVN - Batur Parisi)

Direktur RSUD dr Hesti mendatangi Susanto dan Adrian. Dr Hesti mengatakan kondisi Adrian masih lemah. Belum ada perkembangan apapun terkait pengobatan karena fasilitas di RSUD Banten minim.

"Untuk melakukan operasi kita membutuhkan alat yang memadai. Kesehatannya belum ada perkembangan, karena baru tadi pagi masuknya," terang dr Hesti di RS yang berlokasi di Serang, Banten, itu.

Mendengar penjelasan dr Hesti, Susanto pun tetap bertekad menjual ginjalnya. Hanya ginjal yang ia punya dan jual untuk menyembuhkan putranya. Ia pun berharap ada donatur yang terketuk hatinya untuk membeli ginjal Susanto sebesar Rp1,2 miliar demi kesembuhan sang buah hati.

"Coba lihat anak saya masih tetap sakit," kata Susanto yang sehari-hari bekeja sebagai buruh tani itu.

Susanto pun berharap Presiden Joko Widodo mendengarkan tawarannya. Ia berharap Presiden RI mendengarkan keluhannya.

Sebelumnya diwartakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyarankan Susanto untuk membawa putranya yang terkena penyakit hepatitis B ke rumah sakit (RS) milik pemerintah. Sehingga Susanto tak perlu menjual ginjal untuk membebaskan anaknya dari penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan dua RS siap melayani pasien dari kalangan miskin. Yaitu RS Malingping dan RS Banten.

"Pasien miskin tetap dilayani ke RS Banten dan RS Malingping," kata Sigit.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten menyarankan Susanto membawa putranya ke rumah sakit milik pemerintah. Yaitu RS Malingping di Lebak dan RSUD Banten di Serang.

(Baca: Dinkes Banten Minta Susanto Bawa Putranya ke RS Malingping)

Beberapa hari lalu, Susanto menggelar aksi menawarkan ginjal untuk membiayai pengobatan putranya. Ia mengaku sebagai buruh tani, ia tak memiliki uang untuk mengobati operasi anaknya. Sementara sang ibu bekerja di luar negeri sebagai TKW.

(Baca: Pak Jokowi, Beli Ginjal Saya untuk Kesembuhan Anak Saya)
 


(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA