Tangkal Gerakan ISIS, Polda Jabar Gandeng Masyarakat

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 23 Nov 2015 16:20 WIB
isis
Tangkal Gerakan ISIS, Polda Jabar Gandeng Masyarakat
Foto: Ilustrasi penolakan terhadap ISIS/AP_Biswaranjan Rout

Metrotvnews.com, Bandung: Kepolisian Daerah Jawa Barat menggandeng masyarakat dalam upaya menangkal gerakan radikal. Menyusul informasi dari sekelompok peretas (hacker) anonim yang membeberkan rencana serangan kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) di lima negara, salah satunya di Indonesia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono mengaku pihaknya mendapat informasi terkait rencana penyerangan ISIS itu. Dalam laporan itu menyebutkan acara One Day One Juz (ODOJ) yang diselenggarakan di Masjid Al Jihad di Karawang, Jawa Barat, menjadi salah satu sasaran operasi.

"Informasi tersebut kita terima dan kami waspadai. Seperti hari Minggu kemarin, saat komunitas tersebut menggelar pengajian yang dihadiri kurang lebih 300 orang. Sebagian besar yang hadir lanjut usia. Kita lakukan pengamanan hingga kegiatan usai," kata Komisaris Besar Sulistyo Pudjo Hartono kepada Metrotvnews.com, di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (23/11/2015).

Pudjo mengatakan, antisipasi terhadap meluasnya gerakan ISIS di wilayah hukum Polda Jabar terus dilakukan. Di antaranya dengan menggandeng perwakilan warga dan mensosialisasikan penolakan terhadap ISIS.

"Kami tingkatkan daya dukung masyarakat terhadap upaya pencegahan masuknya ajaran ISIS ini. Contohnya dengan memberikan pengertian mengenai ajaran kelompok radikal tersebut. Kami upayakan memberikan pemahaman mulai dari tingkat keluarga ke RT, RW, sampai ke kelurahan dan kecamatan," ujar dia.

Pudjo mengimbau kepada warga agar tidak mudah menerima informasi terkait gerakan radikal dengan iming-iming tertentu. Ia berharap warga juga dapat menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh.

"Ini kan dunia maya, siapa saja bisa menjadi hacker anonim yang mengaku membocorkan informasi ini. Soal benar atau salah kita belum tahu."

"Dalam dunia intelijen, kita menilai mengenai kebenaran informasi mengenai isu jangan sampai informasi itu hanya pengalihan dari isu-isu lain," kata dia.

Sebelumnya, International Business Times melaporkan kelompok peretas anonim yang menamakan diri OpParisIntel menemukan informasi terkait ISIS. Mereka mengklaim berhasil meretas dan menemukan rincian rencana serangan ISIS di lima negara yakni Indonesia, Italia, Amerika Serikat, Lebanon dan Prancis. Serangan itu rencananya dilakukan serentak pada Minggu 22 November 2015.


(TTD)