Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah di Rp13.722/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 23 Nov 2015 16:58 WIB
kurs rupiah
Awal Pekan, Rupiah Ditutup Melemah di Rp13.722/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak-gerik nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore ini terpantau terus mengalami pelemahan bila dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar rupiah pada pembukaan pagi tadi. Belum adanya sentimen positif membuat rupiah sulit kembali menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin 23 November sore, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.722 per USD. Sedangkan menurut data Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.741 per USD. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.696 per USD.

Melemahnya kinerja nilai tukar rupiah ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di mana pada penutupan perdagangan sesi sore ini terpantau mengalami pelemahan. Padahal, pada sesi siang kinerja IHSG sempat mengalami penguatan.

IHSG pada perdagangan Senin 23 November sore ditutup melemah sebanyak 20,26 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 4.541. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga melemah sebanyak 6,90 poin ke 780 dan JII melemah sebanyak 8,94 poin ke 595.

Pada penutupan perdagangan sesi sore ini seluruh sektor didominasi berada di jalur pelemahan. Sektor infrastruktur melemah paling dalam sebanyak 17,26 poin, disusul sektor pertambangan yang melemah 8,21 poin, dam sektor manufaktur melemah 3,52 poin. Sedangkan sektor yang mengalami penguatan hanya sektor keuangan sebanyak 2,43 poin.

Volume transaksi perdagangan sesi sore ini tercatat sebanyak 2,6 miliar lembar saham senilai Rp2,8 triliun. Sebanyak 106 saham menguat, 152 saham melemah, 106 saham stagnan, dan 195 saham tidak ada perdagangan.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA