Emil Klaim Pembangunan Bandung Teknopolis Sesuai Aturan

Roni Kurniawan    •    Senin, 23 Nov 2015 17:15 WIB
pembangunan
Emil Klaim Pembangunan Bandung Teknopolis Sesuai Aturan

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengklaim pembangunan Bandung Teknopolis yang dipusatkan di Gedebage, Kota Bandung, sudah sesuai dengan prosedur dan analisis lingkungan. Ini terkait Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat yang menolak pembangunan kawasan kota berbasis teknologi yang dinilai dapat menimbulkan bencana alam. Sebab Gedebage merupakan daerah langganan banjir setiap musim hujan.

Emil, demikian ia kerap disapa, mengatakan, proyek Bandung Teknopolis sudah sesuai dengan peraturan pembangunan apartemen dan perumahan. Terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Emil menyarankan Walhi mengecek data itu ke pemberi Amdal yakni Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung.

"Saya serahkan ke tim saya aja. Kan kalau dari wali kota sesuai prosedur. Sekarang cek aja prosedurnya. Sudah sesuai enggak? Kalau ada tudingan gitu tolong kroscek aja," kata Ridwan Kamil saat ditemui usai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/11/2015).

Sebelumnya, Walhi menuding Amdal pembangunan Bandung Teknopolis tak sesuai dengan fakta di lapangan. Di dalam judul Amdal disebutkan kawasan teknopolis hanya akan dibangun perumahan dan apartemen. Namun, dalam dokumennya tercantum pembangunan rumah toko (ruko).

"Kalau dari saya semua harus sesuai dengan regulasi dan aturan. Jadi silakan kroscek ke pemberi Amdalnya (BPLH). Kalau itu dianggap problem, tolong diverifikasi aja," ujar dia.

Pemkot Bandung menggandeng PT Summarecon untuk membangun kawasan Bandung Teknopolis di kawasan Gedebage seluas 72 hektare. Awalnya diusulkan seluas 270 hektare. Hingga kini pembangunan kawasan itu terus berlangsung.


(TTD)