Biaya Listing di BEI Lebih Kecil Dibanding Negara Lain

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 23 Nov 2015 17:21 WIB
bei
Biaya <i>Listing</i> di BEI Lebih Kecil Dibanding Negara Lain
Ilustrasi. FOTO: Antara/Azis

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, biaya pencatatan (listing fee) perusahaan yang ingin melantai di pasar modal Indonesia sudah lebih rendah, bila dibanding negara lainnya.

"Biaya listing jauh di bawah, masih relatif lebih kecil dibanding negara lain. Kita tidak mahal, annual fee-nya tergantung market cap, maksimum Rp250 juta setahun, tapi kebanyakan tidak sampai itu," ungkap Samsul, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (23/11/2015).

‎Perusahaan yang ingin IPO, menurutnya, memang harus ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti biaya administrasi. Setelah IPO pun mesti ada biaya yang di bayar ke BEI tiap tahunnya.

‎"Ada kewajiban RUPS juga kalau perusahaan lsiting, ada iklan di koran. Ada bayar juga akuntan, kalau bayar utang kan bayar bunga," ungkapnya.

Setelah tercatat di bursa, dia menekankan, perusahaan harus transparan ke publik, seperti memberikan laporan keuangan ke publik.‎ Saat ini bursa mewajibkan perusahaan publik memasang iklan dia dua media surat kabar. Ke depannya, mungkin ada aturan disampaikan melalui media online, hal itu sesuai perkembangan yang ada.

‎OJK pun, diakui Samsul, terus mendorong untuk melakukan berbagai penyederhanaan bagi perusahaan yang mau menjalankan IPO di bursa, khususnya memangkas biaya IPO perusahaan. Dia mengingatkan agar jangan sampai kemudahan itu mengurangi kualitas perusahaan yang listing di pasar modal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, IPO di papan utama bursa yang telah ditetapkan sebesar Rp1 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi saham. Alhasil nilai minimal mencapai Rp25 juta, sedangkan maksimal Rp250 juta.

Untuk emiten yang IPO di papan pengen‎gembangan sebesar Rp1 juta untuk setiap kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi. Nilai minimal Rp25 juta, dan maksimal Rp150 juta. Sedangkan annual fee baik di papan utama dan pengembangan ditetapkan Rp500 ribu untuk kelipatan Rp1 miliar dari nilai kapitalisasi pasar. Nilainya sebanyak Rp50 juta-Rp250 juta.

 


(SAW)

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

22 minutes Ago

Anang mengakui keterlibatannya dalam kasus KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun it…

BERITA LAINNYA