Tanah Warga Penolak Bandara Kulon Progo Tetap Diukur

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 23 Nov 2015 17:44 WIB
sengketa tanahbandara
Tanah Warga Penolak Bandara Kulon Progo Tetap Diukur
Maket Bandara Kulon Progo. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Astungkoro, tak peduli dengan penolakan pembangunan Bandara Kulon Progo di di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Menurutnya, semua tanah di kawasan itu akan tetap diukur. Baik itu milik penolak maupun penerima pembangunan bandara.

"Semua (warga) yang menolak maupun tidak, (tanahnya) akan diukur," kata Astungkoro, usai sosialisasi pembangunan Bandara Kulon Progo, di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Senin (23/11/2015).

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengukuran Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional DIY, Rudi Prayitno, menjelaskan BPN telah menyiapkan tim pengukur. Total, BPN menyiapkan 15 tim untuk mengukur tanah di lima desa di Kacamatan Temon, yakni Jangkaran, Sindutan, Kebonharjo, Palihan, dan Glagah.

Artinya, akan ada lima tim yang akan mengukur tanah di setiap desa. "Satu tim terdiri dari dua orang. Setiap tim nantinya akan terjun setiap hari di setiap wilayah," ujar Rudi.

Rudi menambahkan, warga yang tidak mau lahannya dipatok akan ditunda lebih dulu. Sesuai aturan, warga dipersilakan mengajukan gugatan ke pengadilan. Jika tak menemui jalan, bisa dilanjutkan ke Mahkamah Agung. "Ibaratnya kita tunda dulu. Nanti, pengukuran dari kerja tim akan ditarget, sehari 20 bidang per tim," kata dia.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah hari ini melakukan sosialisasi inventarisasi dan identifikasi pengadaan tanah untuk pembangunan bandara di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon. Ratusan warga Desa Glagah hadir dalam sosialisasi itu. Selain di Desa Glagah, sosialisasi juga dilakukan di Jangkaran, Sindutan, Kebonharjo, dan Palihan.



(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA