Duit Pencitraan Jero Wacik Kelebihan Bayar

Renatha Swasty    •    Senin, 23 Nov 2015 18:28 WIB
jero wacik
Duit Pencitraan Jero Wacik Kelebihan Bayar
Mantan Menteri ESDM Jero Wacik menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/9/2015).--Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Redaksi PT Indopos Don Kardono mengaku ada kelebihan bayar oleh Kementerian ESDM terkait pencitraan yang dilakukan mantan Menteri ESDM Jero Wacik di koran Indopos. Don menceritakan, kementerian menghentikan kontrak di tengah jalan.

Don mengungkapkan, pada Januari 2012 perusahaannya dikontrak Kementerian ESDM untuk pencitraan Jero Wacik. Kontrak dibuat setahun dan akan habis pada Januari 2013.

Setelah berjalan selama tiga bulan, Waryono Karno lanjut Don sebagai pihak yang mewakili kementerian tiba-tiba menghentikan kontrak.

"Kami SMS beliau enggak dijawab. Kami ini dalam ketidakpastian karena saat itu janjinya setahun. Nah waktu itu sekitar tiga bulan diputus," ujar Don saat bersaksi untuk terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Dalam kontrak setahun, Don mengatakan jumlah yang disepakati sejumlah Rp3 miliar. Saat berjalannya, Waryono baru membayar sejumlah Rp2 miliar sebab mengaku tidak mampu membayar seluruhnya.

Don mengaku, dari uang yang dikucurkan kementerian sejumlah Rp2 miliar, ada kelebihan bayar. Selama tiga bulan, dana yang dikucurkan dibanding dengan pemberitaan yang muncul, lebih.

Hal ini diketahui dari pemeriksaan di KPK. Don mengaku saat penghitungan ulang diketahui kementerian kelebihan bayar. "Yang kami terima Rp2 miliar, kemudian pada penyidik kami sampaikan Rp2 miliar, tapi penyidik minta didata, yang sudah tercakup berapa. Kami hitung kembali di Indopos total jumlahnya Rp1,3 miliar sekian," beber Don.

Lantaran ada kelebihan bayar itu, Don mengaku sudah mengembalikan uang lebih kepada pihak KPK.

Ketika dicecar Jaksa dari mana uang yang dipakai Waryono untuk membayar pencitraan yang dilakukan, Don mengaku duit bukan dari dana APBN. Dari pengakuan Waryono uang diambil dari dana nonbudgeter.

"Pak Waryono berkali-kali katakan, ini buat kita-kita saja. Ini dari nonbudgeter bukan APBN," ungkap Don.

Dalam sidang sebelumnya, Mantan Kabiro Keuangan ESDM Didi Dwi Sutrisnohadi mengaku, adanya dana yang dikeluarkan sejumlah Rp3 miliar untuk pencitraan Jero Wacik di Indopos. Dana yang dikeluarkan diketahui diambil dari dana yang dikumpulkan dari kegiatan fiktif.

"Iya (uang) terima kasih. Feedback itu. Di APBN enggak ada," ujar Dwi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 16 November 2015.


(MBM)