Peredaran Uang Palsu di Indonesia Relatif Rendah Dibandingkan di AS

Suci Sedya Utami    •    Senin, 23 Nov 2015 18:38 WIB
uang palsu
Peredaran Uang Palsu di Indonesia Relatif Rendah Dibandingkan di AS
Uang Palsu. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Jakarta: Peredaran uang palsu memang merajalela. Tapi, dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, peredaran uang palsu di Indonesia tergolong rendah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Uang Suhaedi dalam bincang bersama media terkait rupiah salah satu simbol kedaulatan negara di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

"Dibanding negara lain, temuan uang palsu di Indonesia masih tergolong rendah, teknik pemalsuan pun juga masih tergolong sederhana," kata Suhaedi, Senin (23/11/2015).

Berdasakan data sampai dengan Oktober 2015, rasio uang palsu di Indonesia sebesar 18 lembar per satu juta lembar uang yang diedarkan.

Sementara, di Amerika Serikat rasionya mencapai 250 lembar per sejuta lembar. Disusul oleh Inggris sebesar 247 lembar per sejuta. Uni Eropa sebesar 60 lembar per sejuta. Meksiko sebesar 33,7 lembar per sejuta. Kanada sebesar 28 lembar per sejuta.

Sedangkan yang rasionya lebih rendah dibanding Indonesia yakni Australia sebesar 15 lembar per sejuta. Malaysia sebesar 13 lembar per sejuta. Thailand  dan Swedia sebesar 5 lembar per sejuta. Norwegia dan Denmark sebesar 3 lembar per sejuta. Selandia Baru sebesar 2 lembar per sejuta, serta Jepang dan Korea Selatan sebesar 0,2 lembar per sejuta.

Lebih jauh, Suahedi mengatakan Bank Indonesia terus berupaya memberantas penyebaran uang palsu bekerjasama dengan aparat penegak hukum serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

"Kita melakukan penguatan kita akan intensifkan edukasi dan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah pelajar, dan juga ibu rumah tangga," pungkasnya.


(SAW)