Demo Buruh di Bekasi, Hindari Ruas Jalan Ini

Arga sumantri    •    Selasa, 24 Nov 2015 08:15 WIB
buruh
Demo Buruh di Bekasi, Hindari Ruas Jalan Ini
Ribuan buruh dari Konfedesari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) long march dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2015. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Massa buruh bakal turun ke jalan hari ini, Selasa (24/11/2015). Khusus, wilayah Bekasi, Polresta Bekasi mengingatkan warga agar tidak melintas di beberapa ruas jalan wilayah Bekasi hari ini.

Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, mencatat ada lima ruas jalan di wilayah setempat berpotensi mengalami kemacetan dampak dari aksi mogok nasional kaum buruh, pada 24-27 November 2015.

"Kami mendapat kabar akan ada akis 'long march' kaum buruh di dua titik lokasi yang akan melintasi lima ruas jalan di Kota Bekasi," kata Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota AKP Bayu Pratama seperti dilansir Antara, Senin (23/11/2015).

Bayu memprediksi aksi long mars buruh dari Bekasi diikuti oleh sekitar 1.500 buruh. Ada dua titik pemberangkatan massa buruh dari Bekasi, yakni Bundaran Harapan Indah Kecamatan Medansatria dan Kecamatan Bantargebang.

Ribuan buruh dari titik pemberangkatan Bunderan Harapan Indah akan menyisir sejumlah ruas jalan di antaranya Jalan Sultan Agung-Jalan Jendral Sudirman-Jalan Ahmad Yani. Sementara buruh dari kawasan Bantargebang akan bergerak menyisiri Jalan Jalan Raya Narogong hingga Jalan Raya Siliwangi.

"Mereka akan berangkat menuju Kantor Pemkot Bekasi Jalan Ahmad Yani Nomor 1, Bekasi Selatan untuk menyuarakan penolakan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan," terang Bayu.

Bayu menyebut massa buruh akan bergerak mulai pukul 07.00 WIB dan menduduki kantor Pemkot Bekasi serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani. Bayu mengimbau para pengguna jalan untuk memilih akses alternatif agar tidak terjebak kemacetan.

"Kami akan terjunkan petugas lalu lintas untuk memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas bila diperlukan," pungkas Bayu.


(AZF)