Pengukuhan Pengganti Paku Alam IX Dinilai Langgar Tradisi

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 24 Nov 2015 08:28 WIB
pakualam ix wafat
Pengukuhan Pengganti Paku Alam IX Dinilai Langgar Tradisi
KBPH Suryodilogo (tengah) ditunjuk menggantikan Paku Alam IX di Pakualaman Yogyakarta, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tak semua pihak menyetujui pengukuhan Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo menggantikan almarhum Paku Alam IX. KPH Wiroyudho mengatakan tak ada tradisi Pakualaman menunjuk putra mahkota atau pangeran pati.

KPH Wiroyudho menyayangkan penunjukan putra mahkota Pakualaman dilakukan saat masa berkabung. Yaitu sesaat sebelum Paku Alam IX dikebumikan pada Minggu 21 November 2015.

"Ini paugeran apa yang mereka pakai?" ujar KPH Wiroyudho melalui sebuah pesan singkat yang diterima Metrotvnews.com, Senin (23/11/2015) malam.

Ia menilai pengangkatan KBPH Suryodilogo cacat secara paugeran dan moral. Bagi mereka, keputusan tersebut juga dianggap menyalahi etika dan norma-norma kesopanan.

"Kami menganggap ini adalah cara-cara yang tidak bagus dalam mencari kekuasaan," kata dia.

Ia juga berpendapat, KPH Tjondrokusumo yang menandatangani keputusan itu tak memiliki legitimasi. KPH Tjondrokusumo, lanjutnya, seharusnya sudah menjadi demisioner sebagai Pengageng Kawedanan Kasentanan Puro Pakualaman pasca wafatnya Paku Alam IX.

"Bagaimana mungkin yang telah demisioner bisa mengeluarkan sebuah keputusan? Kami akan mengambil tindakan atas kesewenang-wenangan ini," kata dia.

Sebagaimana diberitakan, KBPH Suryodilogo telah dikukuhkan menggantikan Paku Alam IX. Keputusan itu dibacakan Pengageng Kawedanan Kasentanan Puro Pakualaman, KPH Tjondokusumo sesaat sebelum jenazah Paku Alam IX diberangkatkan menuju pemakaman Astana Girigondo, Minggu (22/11/2015) lalu.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga sempat mengatakan bahwa jabatan wakil gubernur tidak bisa langsung diisi. Artinya, terjadi kekosongan sementara sembari menunggu proses penggantian secara internal sesuai paugeran Puro Pakualaman. 

"Sementara kosong. Pengganti itu urusan internal. Punya tata cara sendiri," ucap Sultan.


(RRN)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA