Dirjen Pajak: Manfaatkan Sisa Tahun Pembinaan Pajak

Antara    •    Selasa, 24 Nov 2015 13:01 WIB
pajak
Dirjen Pajak: Manfaatkan Sisa Tahun Pembinaan Pajak
Foto: Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito (kedua kiri)/Ant_Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Bandung: Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito mengimbau para wajib pajak tidak menyia-nyiakan tahun pembinaan pajak yang tersisa kurang dari dua bulan ke depan.

"Jangan sia-siakan kesempatan dua bulan ke depan karena mulai 2016 sudah memasuki tahun pendisiplinan dan sanksi tegas sesuai dengan undang-undang," kata Sigit Priadi Pramudito dalam diskusi 'Insentif Perpajakan Revaluasi Aktiva Tetap dan Manfaat Pengampunan Pajak,' Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (23/11/2015) malam.

Diskusi bersama wajib pajak besar yang terdaftar di Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I, II dan III serta Kanwil DJP Banten, ini digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Pada keempatan itu, wajib pajak mendapat penjelasan tentang manfaat insentif pajak yang disediakan pemerintah, khususnya insentif terkait revaluasi atau penilaian kembali aktiva tetap dan insentif terkait penghapusan sanksi pajak.

Terkait revaluasi aktiva tetap, apabila permohonan revaluasi diajukan pada 2015 maka tarif pajak penghasilan final yang berlaku adalah 3 persen. Sedangkan untuk permohonan yang diajukan pada semester I dan II pada 2016 masing-masing dikenakan tarif 4 persen dan 6 persen.

Sigit mengatakan, melalui program Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, pemerintah memberikan insentif kepada seluruh wajib pajak untuk memperbaiki kesalahan perpajakan yang dilakukan di waktu lalu. "Termasuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, membayar pajak yang terutang, melaporkan surat pemberitahuan (SPT) pajak, dan membetulkan SPT atau membayar kekurangan pajak," ujar dia.

Bila wajib pajak memanfaatkan program Tahun Pembinaan Wajib Pajak ini, maka seluruh sanksi dan denda atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak akan dihapus sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap berharap wajib pajak dapat memanfaatkan berbagai insentif pajak yang sudah disediakan pemerintah, termasuk diskon tarif pajak atas keuntungan dari hasil revaluasi aktiva tetap dan penghapusan sanksi dalam program Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015.

Pada kesempatan itu, Sigit menegaskan petugas pajak berkomitmen untuk menjalankan tugasnya menghimpun pajak secara maksimal, jujur dan amanah. "Pegawai perpajakan telah mendapat kepercayaan mendapatkan gaji yang lebih baik dan cukup, sehingga tidak boleh ada yang main-main dan korup," imbuh dia.

Ia juga menjamin untuk menindak tegas pegawai pajak yang diketahui tidak amanah atau korup. Menurut dia, peningkatan kesejahteraan pegawai pajak melalui renumerasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah perilaku tidak amanah.

"Tidak akan ada Gayus 2 di perpajakan. Bila itu terjadi lagi, akan saya potong dia," kata dia.


(TTD)