Bos Panasonic Menuju Kursi Nomor 1 Kadin

Angga Bratadharma    •    Selasa, 24 Nov 2015 13:20 WIB
kadin
Bos Panasonic Menuju Kursi Nomor 1 Kadin
Rachmat Gobel (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rachmat Gobel, siapa yang tidak mengenal dirinya. Namanya mulai tenar didengar setelah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di Kabinet Kerja Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Meski tidak lama menjabat sebagai Menteri Perdagangan karena terkena perombakan kabinet, kini Bos Panasonic itu tengah bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Kini, Kadin tengah menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII. Munas ini memiliki agenda penting untuk dijalankan di masa-masa mendatang. Selain itu, Munas ini untuk menentukan siapa pengganti Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto yang sebentar lagi habis masa tugasnya. Ketua Umum Kadin berikutnya akan menjalankan tugas untuk periode 2015-2020.

Dalam memperebutkan kursi nomor satu di Kadin Indonesia, Gobel, biasa ia disapa, tidak sendirian. Sebab, bos dari kelompok bisnis Panasonic ini harus bersaing dengan Rosan Perkasa Roeslani, Chairman PT Recapital Advisors. Uniknya, kedua nama ini sudah tidak asing lagi di Kadin mengingat keduanya pernah sama-sama menjadi pengurus, tentunya dengan pos yang berbeda. Bahkan, keduanya pernah berada dalam satu atap perusahaan yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Metrotvnews.com, Gobel pernah dipercaya menempati pos sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia periode 2010-2013. Bahkan, hingga sekarang ini Gobel masih tercatat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia. 

Tidak hanya itu, pria kelahiran Jakarta, 3 September 1962 ini juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum bidang Industri dan Teknologi periode 2008-2010. Anak kelima dari pendiri perusahaan elektronik ini pernah pula dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum di bidang infrastruktur, Wakil Kadin bidang Industri, dan Wakil Kadin bidang Kelautan.

"Saya ini pernah menjadi pengurus Kadin sejak zamannya Pak Ical (Aburizal Bakrie), Pak Hidayat (MS Hidayat) dan Pak Suryo (Suryo Bambang Sulisto)," ungkap Gobel, seperti dikutip dari laman resmi Kadin.

Saat mendeklrasikan diri maju di bursa Calon Ketua Umum Kadin, Gobel sempat mengatakan ingin memperkuat posisi Kadin di Indonesia dan merealisasikan roadmap Kadin 2020-2030 yang pernah disusunnya. Dalam roadmap ini berisi tentang penguatan sektor industri di dalam negeri. Gobel menginginkan agar Kadin semakin berperan bagi perekonomian.

Meski Gobel memiliki segudang prestasi dan pernah menduduki kursi penting baik di pemerintahan maupun di Kadin, namun belum diketahui secara pasti kemana pemilik 132 suara yang terdiri 30 suara dari kalangan asosiasi yang tergabung di Kadin dan 102 suara dari Kadin tingkat provinsi akan bermuara, apakah ke Rachmat Gobel atau ke Rosan Perkasa Roeslani.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak peserta Musyawarah Nasional VII Kadin untuk memilih Ketua Umum Kadin periode 2015-2020 dengan cara baik dan demokratis. Pemerintah akan mendukung siapa pun yang terpilih.

"Mari kita lakukan pemilihan secara baik, demokratis dan profesional. Kita harapkan Munas ini menghasilkan pemimpin yang terbaik. Kita harapkan para peserta menjalankan hak dan kewajibannya," kata Wapres saat membuka Munas VII Kadin, di Bandung, Senin 23 November.

Sejak sepekan terakhir, berbagai isu telah berkembang terkait bursa pencalonan ketua umum Kadin Indonesia kali ini. Di antaranya, salah satu Calon Ketua Umum Kadin Indonesia merupakan titipan Istana. Calon tersebut disebut-sebut mendapat restu dari Istana untuk menduduki Ketua Umum Kadin di lima tahun ke depan.

Wapres menyatakan pemerintah mendukung semua Calon Ketua Umum Kadin. Sebab, Kadin akan menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi nasional. "Kedua calon yang akan bertarung memperebutkan posisi ketua umum harus memiliki program ekonomi ke depan yang akan memiliki banyak tantangan. Pemerintah mendukung ketua yang terpilih nantinya," ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin Sandiaga S. Uno meyakini pemerintah akan sangat netral dalam melihat kepemimpinan Kadin. "Saya yakin Munas ini melahirkan kepemimpinan yang baru yang dapat membawa Kadin menjadi mitra sejajar dengan pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Ketua Kadin 2010-2015, Suryo Bambang Sulisto menegaskan, kedua calon merupakan putra terbaik Kadin. Mereka sudah bersedia berjuang dan berkorban mendorong perkembangan ekonomi nasional ke depan. Kadin Indonesia, kata Suryo, tidak boleh memperjuangkan kepentingan pribadi dan golongan. 

"Kadin harus dijadikan kendaraan untuk mengembangkan ekonomi rakyat," pungkasnya.

Bursa ketua umum Kadin pada Munas VII kali ini diikuti dua calon, yakni Rosan P Roeslani yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Finansial Kadin, serta Rachmat Gobel yang merupakan mantan Menteri Perdagangan selama sepuluh bulan di Kabinet Kerja Jokowi.



(ABD)