Suhu di Denpasar Naik jadi 37 Derajat Celcius

   •    Selasa, 24 Nov 2015 13:22 WIB
cuaca ekstrem
Suhu di Denpasar Naik jadi 37 Derajat Celcius
Wisatawan menikmati suasana pantai Kuta, Bali (ilustrasi). (MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Badung: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat bahwa Ibu Kota Provinsi Bali itu mengalami cuaca panas yang tergolong ekstrem. Suhu di Denpasar meningkat lebih dari tiga derajat celicius.

Melansir Antara, pada Selasa, 24 November, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya mengatakan suhu di Denpasar mencapai 37 derajat celcius. Peningkatan itu terasa sejak dua hari terakhir.

Padahal, rata-rata suhu harian di kota pariwisata itu hanya 31,4 derajat celcius.

Menurut Wiryajaya, apabila suhu meningkat di atas tiga derajat celcius dari rata-rata suhu suatu wilayah, hal itu dikategorikan ekstrem. Peningkatan suhu panas itu berdasarkan pencatatan suhu di stasiun BMKG di Sanglah, Denpasar, pada 22-23 November 2015, suhu di Denpasar mencapai sekitar 37 derajat.

"Suhu di Denpasar pada 21 November 2015 juga tercatat tinggi yakni 36 derajat celcius yang juga tergolong ekstrem," ujar Wiryajaya di Tuban Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Meski demikian, ekstremnya cuaca di Denpasar bukan berarti mewakili keseluruhan cuaca di Bali. Hal itu disebabkan karena hanya ada empat alat ukur yang berada di empat stasiun lainnya yakni di Negara, Sanglah, Ngurah Rai (bandara) dan Kahang-kahang.

Rata-rata dari pengukuran suhu di stasiun BMKG di Negara dan Ngurah Rai mengalami peningkatan rata-rata dua derajat celcius pada Senin (23 November 2015. Pada hari itu, suhu di Negara, misalnya, tercatat mencapai 34 derajat celcius atau naik sekitar dua derajat dari suhu rata-rata yang hanya 32,6 derajat celcius.

BMKG memprediksi peningkatan suhu masih akan terjadi hingga beberapa hari mendatang, mengingat hingga saat ini curah hujan di Bali belum merata.

Curah hujan yang mundur tersebut, lanjut dia, dipengaruhi oleh El Nino yang mengakibatkan kemarau panjang.


(SAN)