Sudirman Vs Novanto, Kapolri: Polisi tak Bisa Proaktif

Andi Aisyah Lamboge    •    Selasa, 24 Nov 2015 16:37 WIB
pencatut nama presiden
Sudirman <i>Vs</i> Novanto, Kapolri: Polisi tak Bisa Proaktif
Kapolri Badrodin Haiti menghadiri Rakorda Pilkada Serentak 2015 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (24/11/2015). (Metrotvnews.com/Andi Aisyah Lamboge)

Metrotvnews.com, Makassar: Gaduh antara eksekutif dengan legislatif soal PT Freeport Indonesia terus bergulir. Laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan soal dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden bisa dianggap sebagai pencemaran nama baik.

Namun begitu, Kapolri Badrodin Haiti mengungkapkan belum ada laporan pencemaran nama baik dari Ketua DPR Setya Novanto atas tindakan Sudirman. 

"Belum ada laporan ke kepolisian. Kami masih menunggu keputusan MKD. Kami beri kesempatan mereka bekerja. Apakah ada tindakan pidana atau tidak," jelas Badrodin usai menghadiri Rakorda Pilkada Serentak 2015 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Selasa (24/11/2015).

Ditambahkan mantan Kapolda Sulteng ini, kalau hasil sidang Mahkamah menyebutkan ada tindakan pidana, bisa dilanjutkan ke kejaksaan, KPK, atau polisi. "MKD punya tata cara penyelesaian sendiri. Polisi hanya menunggu saja. Tidak bisa proaktif," paparnya.

Novanto diadukan Sudirman ke MKD pada Senin, 16 November 2015. Bekas Bendahara Umum Partai Golkar ini diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham salah satu perusahaan pemasok operasional smelter PT Freeport Indonesia.

Novanto mengakui pertemuan yang digelar di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, 8 Juni 2015. Tapi, dia membantah mencatut nama presiden dalam pertemuan tersebut, apalagi meminta saham.


(SAN)