GO-JEK dan GrabBike Perang Harga, Konsumen yang Menang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 24 Nov 2015 19:17 WIB
gojek
GO-JEK dan GrabBike Perang Harga, Konsumen yang Menang
Tampilan GrabBike (kiri) dan GO-JEK (kanan) di Play Store.

Metrotvnews.com: Bermula dari GO-JEK, saat ini, layanan pemesanan ojek daring sudah semakin marak. Meskipun begitu, dari sekian banyak layanan yang muncul, hanya ada 2 nama yang berhasil mendominasi: GO-JEK dan GrabBike.

Salah satu alasan mengapa keduanya menjadi begitu populer di masyarakat adalah karena mereka begitu gencar mengadakan promosi. Selain itu, keduanya juga memiliki armada yang cukup memadai saat muncul banyak permintaan dari masyarakat. Mari kita lihat bagaimana kedua perusahaan ini bersaing, yang sesekali juga diselingi sentimen nasionalisme di antara para pengemudinya.
 
Awal berdiri
GO-JEK pertama kali berdiri di tahun 2011. Ketika itu, jika Anda ingin memesan GO-JEK, maka Anda harus melakukanya melalui telepon. Tetapi, seiring dengan semakin banyak pengguna smartphone, GO-JEK lalu berinisiatif untuk meluncurkan sebuah aplikasi pada bulan Januari lalu. Saat itu, GO-JEK hanya memiliki 3 layanan, yaitu transportasi, kurir dan layanan belanja.
 
Berbeda dengan GO-JEK yang sejak awal memang fokus pada ojek, pada awalnya, GrabBike adalah aplikasi untuk mencari taksi yang bernama GrabTaxi. Melihat suksesnya GO-JEK, GrabTaxi lalu memutar haluan dengan meniru GO-JEK dan meluncurkan layanan baru yang dinamai GrabBike pada bulan Mei lalu.

Pada dasarnya, GO-JEK dan GrabBike memiliki layanan yang sama. Pengguna dapat memesan ojek melalui aplikasi mobile.
 
Fitur baru yang muncul seiring dengan berkembangnya perusahaan 
GO-JEK dan GrabBike terus berkembang. Seiring dengan itu, fitur yang mereka tawarkan pun semakin beragam, terutama GO-JEK, yang memang memiliki motto "An ojek for every need" - ojek untuk semua kebutuhan.

Saat ini, GO-JEK memiliki 9 layanan yang berbeda yaitu GO-SEND, GO-RIDE, GO-FOOD, GO-MART, GO-BUSWAY, GO-BOX, GO-CLEAN, GO-GLAM, dan GO-MASSAGE. Ketiga layanan yang terakhir masih berada dalam tahap beta. 
 
Sementara itu, GrabBike lebih memilih untuk fokus pada layanan transportasi. Baru-baru ini, GrabBike meluncurkan sebuah jasa pengantar barang yang disebut GrabExpress. Layanan ini masih berada dalam tahap beta dan belum dapat digunakan di seluruh Jakarta. Sama seperti sebelumnya, untuk mempopulerkan layanan ini, GrabBike melakukan promosi.
 
Sebelum ini, sempat terjadi perang harga antara GO-JEK dan GrabBike. Pada awal bulan Juni, menjelang Ramadan, GO-JEK meluncurkan sebuah promosi yang disebut "Ceban menjelang Ramadhan". Seperti namanya, dengan promosi ini, para pengguna GO-JEK hanya perlu membayar Rp10 ribu untuk menikmati semua layanan yang diberikan GO-JEK.

Seolah tak mau kalah, GrabBike juga melakukan promosi. Ketika itu, GrabBike melakukan promosi sehingga pengguna cukup membayar Rp5 ribu. Perang tarif ini akhirnya memanas dan terus berlangsung selama beberapa bulan.

Hingga kini, perang tarif ini masih berlangsung. Baik GO-JEK dan GrabBike menawarkan promosi sehingga penumpang hanya membayar Rp15 ribu. Siapa yang paling diuntungkan? tentu saja kita sebagai penumpang.
 
Kota yang dijangkau
Selain menawarkan layanan yang lebih beragam, GO-JEK juga sudah hadir di beberapa kota lain selain Jakarta. Beberapa kota tersebut antara lain Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Medan, Yogyakarta, Balikpapan, Semarang, dan Palembang. Sementara GrabBike baru tersedia di Jakarta. Namun, isu berkembang bahwa mereka juga siap-siap ekspansi ke luar Jakarta.
 
Jumlah armada
Belum diketahui secara pasti jumlah armada yang dimiliki, baik GO-JEK maupun GrabBike. Saat diminta keterangan mengenai hal ini, GrabBike menolak untuk memberi komentar.

Pada bulan Juli lalu, GrabBike mengaku memiliki 2.000 pengemudi. Di bulan Agustus, GrabBike membuka pendaftaran untuk menjadi pengemudi dan sebanyak 8.500 orang mendaftar untuk bergabung perusahaan ini.
 
Di bulan yang sama, GO-JEK juga sempat melakukan rekrutmen massal. Rekrutmen tersebut terbagi menjadi 3 gelombang. Masing-masing gelombang terdiri-dari 4 hari. Dalam sebuah rekrutmen massal, GO-JEK mengaku ada sekitar 4.000 orang yang mereka terima setiap hari. .

Pengalaman penggunaan
Dari segi kota tempat beroperasi dan layanan yang diberikan, GO-JEK mungkin lebih unggul dari GrabBike. Meskipun begitu, berdasarkan pengalaman menggunakan keduanya, saya merasa aplikasi GrabBike lebih dapat diandalkan. Sistem dari GO-JEK sering menemui masalah.
 
Jika Anda membuka GO-JEK pada Google Play Store, Anda akan melihat review yang beragam, meski pujian banyak diberikan pada GO-JEK. Tapi tak sedikit yang melayangkan protes.

Pengguna paling banyak memprotes sistem mereka yang sering bermasalah. Sementara itu, berdasarkan pengalaman pribadi, saya tak pernah menemui masalah saat menggunakan GrabBike, bahkan ketika jam sibuk sekalipun. Bagaimana dengan Anda?


(ABE)