Tak Lagi Nonaktif, STIKES Cirebon tak Dapat Pemberitahuan

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 24 Nov 2015 18:51 WIB
pendidikan
Tak Lagi Nonaktif, STIKES Cirebon tak Dapat Pemberitahuan
Kegiatan perkuliahan di STIKES Cirebon, Jawa Barat, Selasa (24/11/2015). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cirebon, Jawa Barat tidak lagi menyandang status nonaktif dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti. Dari situs forlap.dikti.go.id, status STIKES Cirebon kini beruabah menjadi pembinaan.

Perubahan tersebut juga dibenarkan oleh Ketua STIKES Cirebon Firman Ismana. Ditemui di ruang kerjanya pada Selasa 24 November, Firman bersyukur atas adanya perubahan status perguruan tinggi yang dikelolanya tersebut.

“Iya benar, kampus kami sudah tidak lagi berstatus nonaktif. Kami bersyukur atas adanya perubahan ini,” ujar Firman.

Walaupun begitu, Firman mengaku tidak mendapatkan informasi resmi dari Kopertis maupun Dikti, terkait perubahan status kampusnya tersebut. Menurut Firman, sama halnya ketika kampusnya mendapatkan status nonaktif, ketika berubah menjadi pembinaan pun, tidak ada informasi resmi dari Kopertis maupun Dikti.

“Tidak ada surat atau pemberitahuan lainnya terkait perubahan status ini,” kata Firman.

Firman menambahkan, dengan adanya perubahan status ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap STIKES Cirebon kemabli tumbuh. Sebab, imbas penonaktifan berdampak pada pandangan masyarakat. 

“Sampai banyak yang mengira kampus kita itu ilegal. Padahal, STIKES Cirebon ini, sekolah tinggi kesehatan pertama yang ada di Cirebon. Dengan adanya perubahan status ini, diharapkan kepercayaan masyarakat kembali tumbuh,” kata Firman.

Sejak mendapatkan status non aktif hingga berubah menjadi pembinaan. Aktivitas perkuliahan di STIKES Cirebon tidak terganggu. Dari pantauan Metrotvnews.com, mahasiswa dari berbagai program studi masih melakukan perkuliahan seperti biasa.

“Perkuliahan tidak ada masalah, tetap jalan. Pas lagi nonaktif, memang kita lumayan cemas. Dengan adanya perubahan menjadi pembinaan, kita jadi lebih lega,” ujar Ita Apriyanis Emdi, salah satu Mahasiswi STIKES Cirebon.


(SAN)