Paris Masih Kondisi Darurat, Jokowi dan Menlu Hadiri Konferensi Iklim

Fajar Nugraha    •    Selasa, 24 Nov 2015 19:27 WIB
cop21
Paris Masih Kondisi Darurat, Jokowi dan Menlu Hadiri Konferensi Iklim
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi Paris, Prancis masih dalam kondisi darurat usai serangan teroris. Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi dikabarkan akan hadir di Konferensi Perubahan Iklim COP 21.

"Rencananya seperti itu (Presiden dan Menlu akan hadir)," ujar sebut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha di Kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Pejambon, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Menurut Arrmanatha, Presiden dan Menlu penting menghadiri pertemuan yang membahas masalah iklim tersebut, meskipun Paris baru saja diterjang teror besar.

Selain menunjukkan komitmen Indonesia terkait perubahan iklim tetapi juga memperlihatkan bahwa negara-negara di dunia tak takut teroris.

"Justru kita harus tunjukan bahwa kita tak bisa ditakuti teroris," tegas pria yang disapa Tata.

Arrmanatha menambahkan komitmen seperti ini bukan cuma ditunjukkan Indonesia. Namun juga diperlihatkan kepala-kepala negara lain yang sudah memastikan diri ikut serta dalam COP21.

"Yang saya denger ada 130 kepala negara yang berencana untuk hadir di paris," ucapnya.

Mengenai pertemuan COP 21, Indonesia berharap nanti ada hal lebih yang bisa dihasilkan, selain langkah konkret terkait upaya melawan perubahan iklim.

"Pertemuan Paris adalah kesempatan bagi seluruh negara di dunia ini untuk menunjukkan pada mereka peduli menyelamatkan planet ini," tutur Arrmanatha.

"Harapan kita semua negara go beyond (bertindak lebih jauh) melebihi kepentingan nasional masing-masing untuk menyelamatkan bumi ini," tutupnya.


(FJR)