Indonesia dan Jepang Punya Peran Vital di ASEAN

   •    Selasa, 24 Nov 2015 19:48 WIB
dprdpr ads
Indonesia dan Jepang Punya Peran Vital di ASEAN
Ketua DPR Setya Novanto berjabat tangan dengan Former Minister of Economy, Trade and Industry and Chairman of General Council of Liberal Democratic Party of Japan Toshihiro Nakai, Selasa (24/11/2015).MTVN/Istimewa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dan Jepang punya peran vital menjaga keamanan maritim dan stabilitas kawasan, terutama di ASEAN. Simbiosis ini disepakati harus dipelihara dengan baik.

Demikian dikatakan Ketua DPR Setya Novanto saat menerima kunjungan 21 anggota Parlemen Jepang di Ruang Dubes, Gedung Nusantara III, Selasa (24/12/15) sore. Novanto didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua BURT Roem Kono, Wakil Ketua Komisi V Muhidin M. Said, dan anggota Komisi XI DPR Nurdin Tampubolon.


Novanto dan Toshihiro Nakai.MTVN/Istimewa

Sementara rombongan Parlemen Jepang dipimpin Former Minister of Economy, Trade and Industry and Chairman of General Council of Liberal Democratic Party of Japan Toshihiro Nakai. Hadir pula Duta Besar masing-masing kedua negara.

Novanto menuturkan, saat kunjungan DPR ke Jepang minggu lalu, Kaisar Akihito mengakui pentingnya hubungan kedua negara. Kedua negara memiliki hubungan dengan latar belakang nilai historis. Dan, itu harus didukung oleh Parlemen secara lebih aktif di masa depan.


Pertemuan Ketua DPR dan delegasi Parlemen Jepang.MTVN/Istimewa

"Ketua Parlemen Jepang Oshima Tamori dan Majelis Tinggi Jepang Yamazaki Masaaki, dan juga PM Shinzo Abe mengakui peran Indonesia - Jepang vital di kawasan, terutama dalam ASEAN. Ini harus dipelihara dengan baik," tambah politikus Fraksi Partai Golkar itu.

Selain itu, lanjut politikus asal dapil NTT, itu kerja sama di bidang ekonomi, investasi di berbagai bidang, terutama manufaktur dan infrastruktur tentu perlu ditingkatkan di masa-masa yang akan datang.


Pertemuan Ketua DPR dan delegasi Parlemen Jepang.MTVN/Istimewa

Usai pertemuan, seluruh delegasi yang seluruhnya berjumlah lebih dari 260 orang, diajak untuk meninjau Ruang Paripurna di Gedung Nusantara, dilanjutkan dengan jamuan afternoon tea di Gedung Nusantara IV.


(ICH)