Euforia Warga Makassar Arak Piala Adipura

Andi Aisyah Lamboge    •    Selasa, 24 Nov 2015 20:56 WIB
adipura
Euforia Warga Makassar Arak Piala Adipura
Wali Kota Makassar bersama petugas kebersihan berfoto bersama dengan Piala Adipura. Foto: Metrotvnews.com/Andi Aisyah Lamboge

Metrotvnews, Makassar: Selama empat jam Piala Adipura diarak berkeliling Kota Makassar. Makassar adalah penerima Piala Adipura kategori Kota Metropolitan pada 2015 ini.

Sejak pukul 08.00 WITA, puluhan truk tangkasaki atau truk pengangkut sampah Kota Makassar menunggu di parkiran Bandara Sultan Hasanuddin. Ratusan pengangkut sampah berseragam oranye bersiap melihat langsung piala kebanggaan mereka.

"Kami sangat bersyukur Makassar dapat adipura. Ini bukti bahwa kerja keras kami berhasil. Tinggalkan rumah sejak pukul 05.00 sampai malam. Kami berkeliling rumah warga mengambil sampah. Hasilnya piala kebanggaan ini. Semoga bisa mendorong kami bekerja lebih keras, " kata Saparuddin, petugas sampah asal Kecamatan Tallo, kepada Metrotvnews.com, Selasa (24/11/2015).

Selama empat jam, piala perlambang kebersihan ini diarak keliling jalur utama Kota Makassar. Penyambutan di bandara dilanjutkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Urip Sumoharjo, A.P. Pattarani, Sultan Alauddin,  Andi Tonro, Kumala, Ratulangi, Kakaktua, Gagak, Rajawali, Penghibur Rujab Walikota, Pasar Ikan, Ujung Pandang, Nusantara, Satando, Yos Sudarso, Cakalang, Tinumbu, Sunu, Masjid Raya, Bawakaraeng,  Karebosi, Jalan Sudirman dan berakhir di rumah jabatan Ggubernur.

Di sana, Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan Danny Pomanto dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyambut piala. Sebuah panggung kecil disiapkan. Puluhan mobil sampah berjejer di samping rujab gubernur.

"Makassar dapat merebut adipura tahun ini karena koordinasi kuat semua pemangku kepentingan. Kami fokus memperbaiki Makassar menjadi dua kali tambah baik. Kami optimistis jika bekerja lebih keras lagi, Adipura Kencana bisa diraih di masa mendatang," papar Danny Pomanto.

Selama ini Danny mengaku berupaya optimal melibatkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah Makassar fokus memperbaiki lorong-lorong kota. "Kita punya 7.800 lorong. Baru 5.000 yang diperbaiki dan menjadi bagus," kata mantan arsitek ini.

Dalam sambutan penerimaannya, Syahrul Yasin Limpo mengaku bangga dengan capaian pemkot Makassar. Menurutnya, Kota Makassar adalah pintu masuk Sulsel. Setiap capaiannya akan membawa Sulsel lebih bermartabat.

"Perlu terus memperhatikan kebersihan kota. Masalah drainase, air, tata kota, taman kota, tempat sampah. Itu adalah hal yang harus ditingkatkan pembenahannya agar Makassar semakin berkualitas. Ayo berbenah, "  kata Syahrul.

Sayangnya, kegembiraan ini sempat tercederai. Sebanyak 11 siswa SD pingsan karena menunggu arak-arakan Adipura. Para siswa itu menunggu di pinggir jalan di tengah terik matahari.

Taufik Nur, warga Makassar, mengaku prihatin atas keadaan itu. Menurutnya anak-anak itu berpotensi terkena polusi udara jika berdiri di pinggir jalan. "Kita layak merayakan kegembiraan, tapi metodenya perlu diubah. Jangan mengorbankan anak kecil yang perlu dididik dengan cara yang lebih baik," kata dosen Fakultas Teknik Unhas ini.


(UWA)