Menperin Dorong Investasi Industri Baja Hulu

Husen Miftahudin    •    Rabu, 25 Nov 2015 11:52 WIB
baja
Menperin Dorong Investasi Industri Baja Hulu
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pembangunan infrastruktur, konstruksi dan tumbuhnya industri termasuk galangan kapal dan otomotif yang membutuhkan bahan baku baja. Kebutuhan baja kasar (crude steel) tercatat terus menanjak dari 7,4 juta ton pada 2009 menjadi 12,7 Juta ton pada 2014.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, untuk memenuhi permintaan baja domestik dan menghindari ketergantungan yang tinggi terhadap baja impor, maka masih diperlukan banyak investasi di sektor baja.

"Hal ini diperlukan juga untuk dapat memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang diperkirakan sekitar Rp5.000 triliun sampai dengan 2019 dan membutuhkan baja sekitar 17,5 juta to per tahun," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Menurutnya, industri besi dan baja juga menjadi salah satu industri prioritas lantaran merupakan bahan baku dasar bagi industri lainnya antara lain industri galangan kapal, industri di sektor migas, alat berat, otomotif, dan elektronika.

Selain itu, industri besi dan baja adalah salah satu pendukung utama dalam rangka pembangunan infrastruktur di Indonesia antara lain jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya. Saleh mencermati, industri hilir besi baja nasional tumbuh lebih cepat dibanding dengan industri hulunya. Menurut dia, salah satunya disebabkan karena besarnya investasi yang diperlukan.

Perbedaan kapasitas industri ini menyebabkan supply bahan baku domestik baik untuk industri intermediate maupun industri hilir saat ini masih belum mencukupi. "Kondisi ini merupakan salah satu penyebab hadirnya produk besi baja impor yang cukup signifikan," papar dia.

Menilik hal ini, Kemenperin terus mendorong hilirisasi industri mineral yang diharapkan dapat meningkatkan investasi di bidang pengolahan berbasis mineral yang dapat memenuhi kebutuhan baja kasar (crude steel) sebagai bahan baku industri baja intermediate dan hilir.

"Diharapkan dengan tumbuhnya industri besi baja khususnya industri hulu maka tidak terjadi bottle neck di produk intermediate dan industri hilir," tegas Saleh.


(AHL)