Paspampres Diserang, Presiden Tunisia Tetapkan Status Darurat

Willy Haryono    •    Rabu, 25 Nov 2015 12:03 WIB
ledakan tunisia
Paspampres Diserang, Presiden Tunisia Tetapkan Status Darurat
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi (kiri) menengok anggota paspampres yang terluka dalam serangan bom di Tunis, Tunisia, Selasa (24/11/2015) malam. (Foto: AFP / SLIM ABID / PRESIDENCY PRESS SERVICE)

Metrotvnews.com, Tunis: Presiden Tunisian Beji Caid Essebsi mendeklarasikan status darurat dan aturan jam malam di wilayah ibu kota setelah terjadinya serangan bom yang menghancurkan sebuah bus berisi pasukan pengaman presiden. 

Sedikitnya 12 agen paspampres tewas dalam kejadian tersebut, yang terjadi di area Mohamed V Avenue, Selasa (24/11/2015) malam waktu setempat. 

"Atas kejadian memilukan ini, tragedi besar ini, saya mendeklarasikan status darurat selama 30 hari di bawah aturan hukum dan jam malam di tunis, mulai pukul 21.00 hingga 05.00," kata Essebsi dalam sebuah pernyataan di televisi. 

Juru bicara presiden Moez Sinanoui mengatakan kepada AFP aturan jam malam akan terus diberlakukan hingga pengumuman lebih lanjut. 

Seorang jurnalis AFP di lokasi melihat bagian bus yang terbakar hebat, yang dikelilingi polisi, tim medis dan truk pemadam kebakaran. Banyak orang di sekitar lokasi menangis. 

Seorang pegawai bank di dekat lokasi kejadian mendengar suara ledakan dahsyat. Tidak lama, ia melihat ada sebuah bus yang terbakar. 

Perdana Menteri Habib Essid dan Menteri Dalam Negeri Najem Gharsalli langsung bergegas mengunjungi lokasi saat menerima laporan awal. 

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bus paspampres. 

Sejak tergulingnya diktator Zine El Abidine Ben Ali pada 2011, Tunisia dilanda gelombang aksi kekerasan. Serangan demi serangan terjadi, yang menewaskan banyak aparat keamanan. 

Tahun ini, dua serangan teror dilakukan kelompok militan Islamic State (ISIS) terhadap turis asing di Tunisia. Serangan di Museum Bardo pada Maret menewaskan 21 wisatawan dan seorang polisi. 

Sementara serangan di hotel di Sousse pada Juni menewaskan 38 orang.
(WIL)