Setangkai Mawar Merah untuk Guru

   •    Rabu, 25 Nov 2015 12:53 WIB
guru
Setangkai Mawar Merah untuk Guru
Siswa-siswi kelas V mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN Gondangdia 05, Menteng, Jakarta Pusat. (foto: MI/Arya Manggala)

Sumarna Surapranata, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud


SETIAP 25 November diselenggarakan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sebagai bentuk penghormatan pada guru kita. Banyak harapan tercurah dan ucapan terima kasih tak terhingga dilayangkan bagi para pahlawan pendidikan kita tersebut. Berkat tangan dingin dan jasa gurulah banyak yang menjadi tokoh masyarakat, pejabat, birokrat, pengusaha, aktivis, hingga ilmuwan.

Kami ingin menyampaikan penghormatan yang sangat besar terhadap guru-guru. Dengan bimbingan mereka kami dapat berkiprah dan mendapat amanah memimpin Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan( Ditjen GTK Kemendikbud).

Juga kepada semua guru Indonesia tanpa kecuali, apakah yang berstatus pegawai negeri, bukan pegawai negeri, honorer, atau siapa pun yang mengabdi di dunia pendidikan, kita harus menyampaikan rasa hormat dan terima kasih tak terhingga. Dalam bahasa saya, secara simbolis apresiasi disampaikan dalam sekuntum mawar merah kepada guru.

Mulai dari diri sendiri, mari kita ajak anak dan keluarga tidak hanya memberikan sekuntum mawar merah, tetapi juga mengajari anak-anak kita untuk menulis dalam secarik kertas berupa puisi, menulis Hymne Guru, dan lain-lain. Jika apresiasi ini kita sebar luaskan, penghormatan untuk guru dapat tersebar lebih luas di masyarakat. Sejatinya tahun ini merupakan tahun terima kasih kita kepada guru yang semoga bisa lebih menyentuh dalam ungkapan hati, di antaranya memberikan buku untuk menjadi salah satu alternatif menambah wawasan mereka. Mungkin saja sebagian di antara mereka tertinggal zaman karena kemajuan ilmu pengetahuan teknologi bergerak begitu cepat. Ada sebagian yang sudah menguasai, tetapi juga banyak yang belum menguasai kemajuan itu.

Jadi sekuntum mawar merah hanya simbol cinta dan memuliakan guru, cinta dan memuliakan karya mereka sebagai pahlawan yang berjasa mendidik anak-anak bangsa. Tanda cinta dapat diwujudkan dalam bentuk hadiah, bantuan finansial dan nonfinansial, bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social and responsibility (CSR), kepedulian mereka yang mampu dan bentuk partisipasi lainnya yang dapat disalurkan untuk peningkatan kompetensi guru kita.

Mulai sekarang secara bersama-sama kita berupaya meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan peta kompetensi mereka. Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, asosiasi profesi, satuan pendidikan, dan guru secara individu, bahu-membahu berupaya meningkatkan profesionalisme secara berkelanjutan.

Langkah Kemendikbud

Pemerintah sebagai regulator menyiapkan norma, standardisasi, prosedur, dan kriteria serta sistem pengembangan keprofesian berkelanjutan. Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, tentu pengembangan keprofesian harus juga disesuaikan. Pemerintah sedang mempersiapkan pengembangan keprofesian berbasis web tersebut.

Sebagai pemimpin baru Ditjen GTK Kemendikbud, salah satu yang telah dilakukan atas masukan Mendikbud di antaranya merealisasikan kerja sama dengan sejumlah CEO BUMN dengan mengumpulkan jutaan GFF mileage dari para dermawan. Ini disumbangkan untuk perjalanan guru menggunakan pesawat penerbangan nasional Garuda Indonesia secara gratis dalam kegiatan pendidikan.

Seorang guru yang telah menggunakan sumbangan GFF di antaranya Dewi Ramdani, guru SMAN 4 Bandung, saat berkunjung ke Jepang mengikuti seminar pendidikan internasional. Khusus November, penerbangan nasional memberikan potongan harga bagi para guru. Kami juga menjalin kerja sama dengan bank memberikan diskon spesial bagi guru untuk belanja di toko buku dan toko lain.

Sebut saja dengan Bank Jawa Barat (BJB) akan dirilis 400 ribu kartu untuk guru di Indonesia. Akan menyusul bank lainnya seperti BNI, Mandiri, dan BRI yang sudah konfirmasi untuk gerakan terima kasih guru. Contohnya kartu Guru Mulia karena Karya sudah dirilis 400 ribu kartu sebagai ungkapan terima kasih kepada guru kita.

Di bulan istimewa ini kami juga menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi sebagai wujud apresiasi prestasi dan dedikasi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dapat menjadi motivasi untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu, dan berkarakter, serta mampu bersaing dalam pergaulan nasional dan internasional.

Dengan mengutip pesan Mendikbud bahwa guru ialah kunci dalam ekosistem pendidikan, seorang guru bisa mengubah hidup siswa dan mengubah kehidupan bangsa. Karena itu, kami berharap para guru dan tenaga kependidikan yang terpilih sebagai Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi dapat menularkan semangat dan idealisme kepada rekan-rekan sesama guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekitar.

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi merupakan ajang untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan. Tahun ini ajang itu diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri atas guru dan tutor, kepala sekolah, pengawas dan widyaiswara dari jenjang TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan SMK.

Jenis kegiatan dan lomba terdiri atas penilaian guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk jenjang TK, SD, dan SMP, termasuk tutor paket A dan tutor paket B. Kemudian ada juga Lomba Kreativitas Guru SD dan SMP dan Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat SD dan SMP, serta guru daerah khusus. Adapun pada jenjang SMA/SMK terdiri atas penilaian guru, kepala sekolah, pengawas dan tutor paket C. Selain itu, untuk guru SMALB melalui Lomba Kreativitas Pembelajaran Guru PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) Pendidikan Menengah, Kepala SMALB, dan guru pendidikan menengah berdedikasi, serta penilaian untuk widyaiswara. Total pemenang untuk semua kategori dan jenjang pendidikan berjumlah 99 orang.

Selain itu, untuk memeriahkan HGN, juga digelar simposium guru di Istora Senayan pada 24-25 November 2015, yang meliputi pameran karya inovatif guru, kompetisi, serta pameran pendidikan. Puncaknya, kemarin digelar peringatan HGN 2015 yang dihadiri 10 ribu guru. Mereka terdiri atas berbagai kalangan guru, guru berprestasi, asosiasi profesi guru, guru garis depan (GGD) yang mengajar di wilayah terdepan, terluar, dan terbelakang. Sejumlah aktivitas pada HGN ini merupakan sejumput kecil langkah kita memuliakan guru dalam berkarya. Selamat Hari Guru.
 


(ADM)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

3 hours Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA