Ibu Sakit, Penjaga Toilet Jadi Pengedar Sabu

Yosep Trisna    •    Rabu, 25 Nov 2015 13:03 WIB
narkoba
Ibu Sakit, Penjaga Toilet Jadi Pengedar Sabu
Foto: Dua tersangka pengedar sabu dibekuk anggota Polres Ciamis, Jawa Barat/Metro TV_Yosep Trisna

Metrotvnews.com, Ciamis: Tak punya biasa berobat untuk ibunya, seorang pemuda di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku nekat menjual sabu-sabu. Hal ini terungkap usai anggota Polres Ciamis membekuk dua pengedar sabu.

Kedua tersangka pengedar sabu yakni D dan R dibekuk petugas di dua lokasi berbeda. Awalnya petugas menangkap seorang tersangka di Sindang Kasih, Kabupaten Ciamis. Kemudian penyelidikan dikembangkan sehingga polisi menangkap seorang tersangka lainnya di Kuningan.

Polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 19,2 gram dari tangan tersangka. Sabu itu dikemas menjadi satu paket besar dan 26 paket kecil. Tersangka mengaku menjual sabu seharga Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta per paket.

"Dua orang tersangka D dan R menjual dan mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu seberat 19,2 gram. Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp75 juta," kata Kepala Polres Ciamis AKBP Arif Rachman, di Markas Polres Ciamis, Jawa Barat, Rabu (25/11/2015).

Arif mengatakan, hasil penyelidikan sementara, tersangka mengaku mendapat barang haram itu dari wilayah Jabotabek. Biasanya sabu dijual ke mahasiswa, pengusaha, dan anak muda. Arif mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai transaksi mencurigakan di lingkungan sekitar.

Selain puluhan paket sabu, polisi menyita sejumlah barang bukti lainnya. "Barang bukti yang diamankan selai sabu yakni timbangan elektronik, alat-alat untuk mengonsumsi bong buatan, dan ponsel," ujar dia.

Dihadapan polisi, R mengaku nekat menjual sabu untuk biaya berobat ibunya yang menderita lemah daya imunitas. Roni yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga toilet itu nekat mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang.

"Butuh uang banyak untuk pengobatan ibu saya," kata R.

Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi. Kedua tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) juncto Pasal 127 Ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup.


(TTD)