Rusia Kirim Sistem Misil Canggih ke Suriah untuk Balas Turki

Willy Haryono    •    Kamis, 26 Nov 2015 09:59 WIB
jet rusia ditembak
Rusia Kirim Sistem Misil Canggih ke Suriah untuk Balas Turki
Seorang pria mengambil gambar sistem misil S-400 yang dipamerkan di Moskow, Rusia, 8 Desember 2014. (Foto: AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)

Metrotvnews.com, Moskow: Ketegangan Rusia dengan Turki kian memanas. Rusia memutuskan mengirim sistem misil pertahanan udara jarak jauh ke sejumlah pangkalan militer di Suriah. 

Sistem misil ini akan menghancurkan apapun yang mengancam pesawat jet tempur Rusia. Ini merupakan respon Rusia setelah jetnya ditembak jatuh militer Turki pada Selasa. 

Diperintahkan langsung Presiden Vladimir Putin, sistem misil S-400 akan dikirim ke sejumlah fasilitas militer, termasuk ke pangkalan udara Hemeimeem di provinsi Latakia, sekitar 50 kilometer dari perbatasan Turki. Sistem misil ini dapat menghancurkan target udara dalam ruang lingkup 400 kilometer dengan presisi tinggi. 

"Misil ini siap untuk menghancurkan target udara apapun yang mengancam pesawat kami," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dalam pertemuan dengan petinggi militer, seperti dikutip Associated Press, Rabu (26/11/2015).

Sejumlah kalangan meyakini konfrontasi militer terbuka Turki dan Rusia kemungkinan tidak akan terjadi. Namun, penembakan pesawat akan memperburuk konflik di Suriah dan membuat usaha perdamaian dunia kian rumit. 

Situasi saat ini juga mengkhawatirkan karena Presiden Rusia dan Turki sama-sama bersikukuh atas pendapat mereka, dan tidak akan mengalah untuk membuat semacam kesepakatan. 

Ozgur Unluhisarcikli, kepala German Marshall Fund di Ankara, mengatakan Rusia mungkin saja akan menembak jatuh pesawat Turki. 

"Pesawat Turki melanggar zona udara Suriah di setiap harinya, baik itu dalam misi pengintaian atau operasi anti-IS (Islamic State)," ujar Unluhirsarcikli.

"Seperti Turki yang berargumentasi melindungi batas negaranya, Rusia juga bisa melakukan hal sama, mengatakan berhak melindungi zona udara negara sekutu mereka," sambung dia.


(WIL)