Soal Pelesetan Sampurasun, Habib Selon: FPI Jabar Saja yang Ngomong

K. Yudha Wirakusuma    •    Kamis, 26 Nov 2015 10:58 WIB
fpi
Soal Pelesetan <i>Sampurasun</i>, Habib Selon: FPI Jabar Saja yang <i>Ngomong</i>
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq--Antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Ucapan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq berbuntut panjang. Lantaran diduga memelesetkan sapaan khas Sunda "sampurasun" menjadi "campur racun", Rizieq dilaporkan ke polisi.

Wakil Sekretaris DPP FPI bidang Dakwah Habib Salim Alatas enggan berkomentar soal hal tersebut. "FPI Jabar saja yang ngomong. Bukan saya enggak mau ngomong, tapi kita bagi-bagi tugas saja," kata Salim Alatas yang akrab disapa Habib Selon kepada Metrotvnews.com, Kamis (26/11/2015).

Selon mengatakan saat ini Rizieq tidak berada di Jakarta. "Saat ini Rizieq masih di Jabar. Masih ada urusan di sana," ucap Habib Selon.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda) Jabar membenarkan telah menerima laporan mengenai perkataan Rizieq yang memelesetkan sapaan khas Sunda "sampurasun" menjadi "campur racun".

Rizieq diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hingga kini polisi masih menyelidiki laporan itu. Sesepuh Sunda mengecam keras ucapan yang dilontarkan Rizieq. Bahkan, Rizieq bakal dilarang datang ke Jawa Barat.

Kecaman ini bermula saat Rizieq mengucapkan salam budaya Sunda "sampurasun" menjadi "campur racun". Ujaran itu disampaikan Rizieq saat mengisi ceramah di Purwakarta, 13 November 2015.

Salah satu tokoh Sunda, Acil Darmawan Hardjakusumah, menilai Rizieq sudah berada di luar jalur. Ucapan orang nomor satu di FPI itu dianggap menyakiti orang Sunda. Ia meminta polisi mengusut kasus tersebut.


(YDH)