Membangun Sisi Ketahanan Nasional melalui Penataan Sistem Demokrasi

   •    Kamis, 26 Nov 2015 11:17 WIB
pancasila
Membangun Sisi Ketahanan Nasional melalui Penataan Sistem Demokrasi
Surat suara [ilustrasi]. (foto: ANTARA/Sigid Kurniawan).

Kisnu Haryo, Tenaga Ahli Pengajar Bidang Politik dan Kewarganegaraan Lemhannas RI

BANGSA Indonesia saat ini sedang berada di dalam pusaran arus perubahan dunia sebagai akibat proses globalisasi dan demokratisasi.

Bila tidak diantisipasi dengan baik dan benar, hal itu dapat menyeret dan menenggelamkan bangsa dan negara kita.

Agar bisa menjaga eksistensinya (tetap kukuh tegak berdiri, bersatu, dan mampu bersaing), bangsa Indonesia harus memperkuat wawasan kebangsaan.

Hal itu dapat tecermin melalui terbangunnya jati diri bangsa (nation character building) yang kuat dan semakin berkembangnya kesadaran terhadap sistem nasional (national system building) yang telah disepakati untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Langkah untuk mewujudkan nation character building dan national system building harus bersumber pada nilai-nilai kebangsaan yang terdapat dalam empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD NKRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Wawasan kebangsaan harus menjadi suatu kesadaran bagi seluruh komponen bangsa, dari rakyat kebanyakan (jelata), tokoh-tokoh agama dan masyarakat, sampai para pejabat/pimpinan negara.

Penanaman, pengembangan, dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa, baik lembaga pemerintah (pusat dan daerah) maupun komponen bangsa lainnya.

Antara lain partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi dan lembaga keagamaan, media pers/massa baik cetak maupun elektronik, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat.

Sementara itu, jalur yang dipergunakan meliputi pendidikan dan pelatihan formal serta pendidikan dan pelatihan nonformal yang dilaksanakan sebagai long life education and learning.

Dimulai sejak lahir hingga sebelum meninggal dunia, sejak pendidikan anak-anak prasekolah sampai pendidikan tinggi, dan dilanjutkan ketika memasuki dunia kerja sampai pensiun.

Nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila harus menjadi nilai-nilai yang terpatri dalam setiap sanubari bangsa Indonesia.

Itu harus menjadi sumber yang melingkupi dan mengilhami setiap sendi dan semua sisi untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai yang berada dalam konstitusi negara menjadi bagian dari sistem nasional yang wajib menjadi pedoman bagi bangsa.

Itu bertujuan memberikan keteraturan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan negara dan dalam rangka mengatur tata kehidupan masyarakat yang sangat plural di dalam bingkai NKRI yang demokratis.

Karena itu, dalam rangka membangun ketahanan nasional, khususnya di bidang politik agar tidak teterpa oleh gelombang globalisasi dan demokratisasi, yang kadang kala bisa meluluhlantakkan kedaulatan dan persatuan suatu bangsa, bangsa Indonesia telah melakukan penataan sistem kenegaraan.

Hal itu dilakukan melalui amendemen konstitusi negara, menghidupkan sistem demokrasi dengan langkah-langkah menata kehidupan partai politik, membenahi sistem pemilu, melaksanakan desentralisasi, dan pemberian otonomi daerah yang luas.

Termasuk melakukan reformasi birokrasi dan pelayanan publik, pemberian akses informasi yang luas kepada masyarakat/publik, serta pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan pikiran.

Semua pembenahan di bidang politik ini tidak terlepas dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia di masa lalu.

Antara lain perdebatan antara bentuk negara kesatuan atau federal, sistem pemerintahan presidensial atau parlementer, demokrasi atau otorianisme, multipartai atau partai yang terbatas, desentralisasi atau otonomi, dan pemberian kebebasan atau kontrol yang kuat.

Lalu ada pula ketidakstabilan pemerintahan dan politik, tidak terwujudnya keadilan dan kesejahteraan, bahkan menumbuhkan separatisme, pemberontakan, dan tindak kekerasan yang dilakukan gerakan kelompok/golongan ekstrem di masa lalu.

Pemantapan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh komponen bangsa bertujuan menguatkan rasa dan jiwa nasionalisme bangsa (baik menyangkut nation character maupun kesadaran terhadap sistem nasional).

Bila hal itu diikuti dengan keinginan menata sistem demokrasi menuju demokrasi yang substansial berdasarkan nilai-nilai asli yang hidup dan berkembang dalam kehidupan sosial bangsa Indonesia, bangsa Indonesia akan mampu menghadang efek negatif arus globalisasi dan demokrasi.


(ADM)