Suap DPRD, KPK Kembali Periksa Gatot

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 26 Nov 2015 11:32 WIB
gratifikasi bansos sumut
Suap DPRD, KPK Kembali Periksa Gatot
Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho keluar dari mobil tahanan memasuki Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/9).-Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho. Gatot akan ditanya-tanyai sebagai saksi seputar kasus suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

"Gatot diperiksa sebagai saksi dari tersangka AJS (Ajib Shah)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Kamis (26/11/2015).

Suami dari Evy Suaanti itu sudah hadir di gedung antikorupsi. Menggunakan rompi orange tahanan KPK, Gatot menjejakkan kaki di KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi, Gatot diam seribu bahasa kepada wartawan.

Kasus suap ke DPRD Sumut meledak ketika KPK menetapkan enam tersangka pada Selasa 3 November 2015. Selain Gatot, lima tersangka lainnya masing-masing Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014, yaitu: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Suap diduga diberikan terkait beberapa hal. Fulus mengalir untuk persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.

Gatot yang diduga sebagai pemberi disangka Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, kelima legislator yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Empat legislator sudah ditahan KPK pada 10 November lalu menyusul Gubernur Gatot yang sudah meringkuk di Rumah Tahanan lebih dahulu. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat, dan Sigit di Rutan Polres Jakarta Pusat.


(MBM)