Ericsson Tunjuk Head of Strategy Baru untuk Asia Tenggara dan Oceania

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 26 Nov 2015 12:54 WIB
Ericsson Tunjuk Head of Strategy Baru untuk Asia Tenggara dan Oceania
Ilustrasi: Ericsson

Metrotvnews.com, Jakarta: Asia Tenggara dan Oceania merupakan pasar yang beragam dan berkembang bagi Ericsson. Pada kawasan ini, Ericsson memiliki lebih dari 4.000 karyawan untuk mendukung lebih dari 35 operator telekomunikasi dan semakin berkembanganya  industri stasiun televisi dan keamanan umum pemerintah.

Sam Saba, Head of Regional South East Asia and Oceania mengatakan,”Mulai 1 Januari 2016,  Håkan Eriksson, Head of Ericsson Australia and New Zealand akan mengambil peran sebagai Head of Strategy untuk wilayah Asia Tenggara dan Oceania, memperkuat perkembangan dan penerapan strategi Ericsson di wilayah tersebut, dan mendukung hadirnya solusi ICT bagi pelanggan kami.”

Håkan Eriksson dinilai memiliki kualitas pengetahuan dan pengalaman yang sangat luas di jabatannya sekarang ini, dari posisinya sebagai Head of Australia and New Zealand, dan pengalamannya bertahun-tahun sebagai Ericsson Group Chief Technology Officer dan President of Ericsson Silicon Valley.

“Di bawah kepemimpinan Håkan, bisnis kami di Australia telah mencapai beberapa pencapaian signifikan, yang baru-baru ini terjadi adalah sebagai yang pertama mengadakan demonstrasi 1 Gbps menggunakan 5 carriers aggregation melalui jaringan seluler Telstra."

"Selain itu, Håkan telah sukses mengatur tersedianya jaringan nirkabel NBN di daerah pedesaan dan wilayah Australia, dengan lebih dari 1400 situs dan 1000 situs siap untuk layanan, menghadirkan 268.000 tempat dan 47.000 aktivasi hingga saat ini*. Prestasi ini memperkuat peluang digital untuk semua warga Australia,” tambah Saba. 

Laporan Ericsson Mobility Report Asia Tenggara dan Oceania yang baru-baru ini dirilis mengungkap, wilayah ini kuat untuk peluang bisnis telekomunikasi yang beragam. Akhir tahun 2015, Asia Tenggara dan Oceania akan mencapai 1 milyar pelanggan ponsel, yang merupakan 13 persen dari pasar global.

Tiga negara di wilayah ini, Myanmar, Indonesia dan Bangladesh tercatat di antara 10 besar sebagai negara dengan jumlah penambahan pelanggan ponsel tertinggi di dunia di kuartal ketiga 2015. Selain itu, 75 persen orang di wilayah ini akan memiliki akses ke jaringan LTE dalam 5 tahun.

Kecenderungan ini menyajikan baik kesempatan serta tantangan bagi pertumbuhan operator. Pasar Asia Tenggara dan Oceania meliputi  Singapura, Vietnam, Malaysia, Sri Lanka, Australia, New Zealand, Myanmar, Filipina, Thailand dan Indonesia.
 
(MMI)