Hakim Tripeni Mengaku Terpaksa Terima Uang

Renatha Swasty    •    Kamis, 26 Nov 2015 14:58 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Hakim Tripeni Mengaku Terpaksa Terima Uang
Tripeni menunggu dikursi pengunjung sebelum sidang tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor, Kamis 19 November 2015. Foto: MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro mengaku tak pernah meminta sesuatu kepada O.C. Kaligis. Tripeni menyebut, Kaligis memaksanya mengambil uang yang diberikan.

Tripeni menuturkan, Kaligis ke ruangannya untuk konsultasi sebelum perkara diajukan bukan atas kemauannya, tetapi atas inisiatif panitera Syamsir Yusfan. Menurut Tripeni, di ruangannya Kaligis hanya mengonsultasikan perkara, sebab perkara yang diajukan Kaligis terbilang baru.

"Konsultasi terpaksa kami lakukan karena sifatnya baru yaitu pengujian kewenangan Kejati Sumut, yang tidak mengenal pemeriksaan persiapan yaitu untuk perbaikan gugatan sebagaimana dalam acara sidang biasa," kata Tripeni saat membacakan pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Tripeni menjelaskan, bila dalam sidang biasanya ada waktu 30 hari untuk perbaikan, untuk perkara yang diajukan Kaligis tidak ada waktu perbaikan. Hakim diberikan waktu 21 hari untuk menyelesaikan perkara. Karena itu, dia bersedia menerima Kaligis untuk konsultasi.

Usai konsultasi, Kaligis memberikan uang. Tripeni sempat menolak. "Saya terpaksa menerima karena yang bersangkutan sudah berumur. Saya tidak pernah meminta sesuatu dari O.C. kaligis atau meminta pada siapa pun," ujar Tripeni.

Pemberian uang setelah putusan oleh M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah Kaligis, menurut Tripeni tidak berkaitan perkara. Tripeni juga sudah menolak, tapi kemudian diletakkan Gerry di atas meja kerjanya.

"Tentunya pertimbangan yang mengabulkan sebagian bukan pengaruh hadiah tapi berdasarkan hukum yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan secara yuridis," tambah Tripeni.

Tripeni mengaku tahu dirinya tidak boleh menerima uang. Dia sudah berniat mengembalikan uang pemberian Kaligis dan Gerry, tapi lantaran ada beberapa pekerjaan hal itu belum bisa dilakukan.


O.C. Kaligis usai membacakan pembelaaan di Pengadilan Tipikor, Rabu 25 November 2015. Foto: MI/Arya Manggala

Dia berharap, majelis dapat mempertimbangkan pembelaannya. "Kami mohon mejelis hakim menjatuhkan putusan seadil-adilnya," ujar Tripeni.

Tripeni dituntut empat tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider lima bulan kurungan. Tripeni dinilai terbukti menerima duit dari Kaligis dan Gerry.

Jaksa Penuntut Umum Mochammad Wirasakjaya menyebut pada pertengahan April, Kaligis menemui Tripeni. Kaligis berkonsultasi terkait permohonan yang akan diajukan.

Kaligis saat itu bakal mengajukan permohonan terkait pengujian kewenangan Kejati Sumatera Utara atas penyelidikan tentang terjadinya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial, Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH), dan penyertaan modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut.

Kaligis dituntut hukuman 10 tahun. Dalam pembelaannya, Kaligis membantah memberikan duit USD15.000 dan SGD500 kepada Ketua Hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, kepada Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing USD5.000, dan USD2.000 buat panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan.

Kaligis hanya mengaku memberikan duit USD1.000 pada Syamsir Yusfan.


(TRK)