IPAC: Mantan dan Calon Anggota ISIS Harus Didata

Willy Haryono    •    Kamis, 26 Nov 2015 19:26 WIB
isis
IPAC: Mantan dan Calon Anggota ISIS Harus Didata
Direktur IPAC, Sidney Jones. (Foto: AFP/JAY DIRECTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan anggota atau orang yang hampir bergabung dengan Islamic State (ISIS) harus didata dan dikumpulkan, untuk kemudian dimintai keterangan terkait grup ekstremis tersebut.

Demikian disampaikan Sidney Jones, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC). Menurut dia, langkah tersebut mampu menguak lebih banyak mengenai seluk beluk ISIS, yang keberadaannya kian mengancam perdamaian dunia. 

"Pemerintah atau LSM di Indonesia harus membuat sarana untuk menampung dan mendata orang-orang yang pernah atau akan bergabung dengan ISIS, hal itu cara yang baik untuk mencari informasi tentang organisasi teroris tersebut," ungkap Jones, dalam acara Workshop International 'Radikalisasi dan Deradikalisasi' di Jakarta, Kamis, (26/11/2015).

Jones juga menyinggung peristiwa deportasi sejumlah warga Indonesia dari Timur Tengah. Ketika itu, mereka mendatangi Turki dan hendak menyeberang ke Suriah karena ingin bergabung dengan ISIS. 

"Salah jika dikatakan ada ratusan orang yang masuk ISIS, yang benar ada banyak yang dideportasi saat ingin menjadi anggota ISIS. Mereka diusir kembali ke Indonesia dari perbatasan Suriah," ujar dia.

Menurut Jones, pemerintah harus mendata secara lengkap warga yang dideportasi tersebut, untuk kemudian diproses lebih lanjut. 

"Menuju Suriah untuk bergabung dengan ISIS, mereka rela menjual rumah, tanah dan semua barang yang mereka miliki. Pemerintah harus turut mengambil andil dalam menangani mereka, jika tidak, kemungkinan permasalahan baru akan timbul," tutur Jones. (Nabila Gita)


(WIL)