Bukan Berisi Permohonan Maaf, Surat FPI Dipenuhi Ayat

Roni Kurniawan    •    Kamis, 26 Nov 2015 20:30 WIB
fpi
Bukan Berisi Permohonan Maaf, Surat FPI Dipenuhi Ayat
Foto: Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab (kiri)/MI_Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Bandung: Angkatan Muda Siliwangi (AMS) menerima surat dari FPI Jawa Barat mengenai klarifikasi pelesetan sapaan khas sunda "sampurasun" menjadi "campur racun" oleh Ketua Umum FPI Habieb Rizieq saat melakukan ceramah di Purwakarta. Surat klarifikasi tersebut bukan atas nama Habieb Rizieq melainkan atas nama ketua DPD FPI Jawa Barat, Abdul Qohar.

Sekjen AMS, Denda Alamsyah, mengatakan pada Kamis 26 November sekitar pukul 17.00 WIB, FPI Jawa Barat mengutus dua orang datang ke kantor pusat AMS di Jalan Braga, Kota Bandung, untuk menyampaikan surat tersebut. Isi surat tersebut, lanjut Denda, tidak sesuai dengan konteks yang dipermasalahkan organisasi masyarakat di Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda.

"Isi suratnya lebih bercerita soal kemusyrikan. Ada ayat-ayat. Kedua, menyertakan satu bundel soal kondisional di Purwakarta, seperti mengalihkan persoalan dengan Bupati Purwakarta. Ini kan tidak kontekstual. Sedangkan konteks kami ialah video di YouTube soal aksi Habib Rizieq yang mempelesetkan sampurasun jadi campur racun. Itu yang menyinggung kami," ujar Denda saat dihubungi, Kamis (26/11/2015).

Selain surat, dua orang utusan FPI Jabar itu memberikan artikel yang berisi mengenai budaya di Kabupaten Purwakarta. Namun, Denda menegaskan surat tersebut tidak menjawab apa yang dinginkan Aliansi Masyarakat Sunda terkait pelesetan Habieb yang telah dilaporkan ke Polda Jabar. Terlebih, surat tersebut tidak berasal dari Habieb melainkan dari FPI yang tidak mempunyai persoalan.

"Memang ada di paragraf akhir DPD FPI Jabar menyampaikan surat klarifikasi terkait isu pelecehan serapan sampurasun menjadi campur racun. Tapi, surat itu enggak ada permohonan maaf. Kami juga tidak mengaitkan permasalahan ini dengan FPI," kata dia.

Meski begitu, AMS menerima surat klarifikasi itu. Mereka masih menunggu komunikasi langsung dengan Habieb Rizieq untuk menyampaikan klarifikasi. "Kami tunggu silaturahimnya. Tapi sekali lagi, kami melihat ini berbeda konteks. Kami meminta komunikasi langsung dengan Habib Rizieq, bukan FPI-nya. Ya, Habib Rizieq harus menyampaikan permohonan maaf di depan publik," kata Denda.



(UWA)