Kereta Jadi Alternatif Pengusaha Tekan Biaya Logistik

Husen Miftahudin    •    Jumat, 27 Nov 2015 07:50 WIB
logistik
Kereta Jadi Alternatif Pengusaha Tekan Biaya Logistik
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kendala infrastruktur membuat biaya logistik Tanah Air membengkak. Bahkan dibandingkan negara ASEAN lainnya, biaya logistik Indonesia merupakan yang paling mahal.

Direktur Operasional MAX Relocations Joe Wongso mengatakan, belum menyebarnya pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa menjadi penyebab ongkos logistik meroket. Menurut dia, biaya logistik nasional menyumbang 25 persen dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB).

"Karena infrastruktur kurang, distribusi barang masih di Pulau Jawa. Harusnya bisa di bawah 10 persen seperti Singapura dan Jepang," ujar Joe melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Ia menambahkan, pengiriman barang ke wilayah Indonesia bagian timur menjadi lebih mahal karena hanya sekali pergi. "Luar Jawa mahal apalagi Indonesia timur karena biayanya tak bisa bantu pulang lagi, hanya sekali pergi. Kalau ke timur, konsen dari Jakarta atau Surabaya ke sana, baliknya tidak ada apa-apa ke Jakarta," tutur dia.

Maka itu, lanjut Joe, penggunaan transportasi darat seperti kereta api menjadi alternatif pengusaha menekan biaya logistik. Ia mengakui, dengan menggunakan kereta, biaya logistik mampu ditekan sebanyak 10 hingga 15 persen.

"Kita sudah gunakan kereta, baik juga kapal sehingga mengurangi biaya tracking guna menekan biaya transportasi sebanyak 10-15 persen," pungkas Joe.


(AHL)