Tembok Pembatas Perumahan Ambrol, Tiga Hunian di Bandung Tertimbun

Roni Kurniawan    •    Jumat, 27 Nov 2015 11:38 WIB
longsor
Tembok Pembatas Perumahan Ambrol, Tiga Hunian di Bandung Tertimbun
Pondasi batas antar-kompleks di perumahan Girimande, Kota Bandung ambrol dan menimpa rumah di bawahnya. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Petugas gabungan masih melakukan evakuasi sisa puing-puing longsor di Kompleks Girimande Cikadut RT 05 RW 04, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Bandung, Jawa Barat. Tiga rumah roboh karena fenomena tanah bergerak tersebut.

Pantauan Metrotvnews.com, Jumat 27 November, evakuasi melibatkan 200 personel tim gabungan. Satu unit alat berat, tiga truk dan lima mobil bak terbuka masih tampak mengangkut puing-puing tersebut.

Longsor terjadi karena hujan deras mengguyur Kota Bandung pada Kamis 26 November. Sekitar pukul 16.00 WIB, tanah kompleks amblas dan menimpa tiga rumah yang ada di bawahnya.

Menurut Dedi, selaku Ketua RW 04, pondasi Kompleks Girimande 2 yang berada berada di atas Kompleks Girimande Cikadut tak mampu menahan pergerakan tanah. Akibatnya, menimpa rumah yang berada tepat dibawah pondasi tersebut.

"Kejadiannya sore kemarin pas hujan gede. Ada satu rumah yang tertimbun dan hancur sebagian. Dua rumah lagi kena, tapi tidak terlalu parah, hanya longsorannya masuk ke rumah sampai selutut," ujar Dedi saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi kejadian.

Selain menimpa rumah, longsor juga menimbun saluran air. Akibatnya, aliran air tersedat sehingga membanjiri rumah warga. Bahkan, lanjut Dedi, air sempat naik hingga satu meter saat kejadi kemarin sore.

"Jadi reruntuhan longsor itu nimbun ke selokan. Jadinya banjir kemarin sampai semeter," imbuhnya.

Sementara itu, sebanyak 22 jiwa dari 4 kepala keluarga harus dilakukan evakuasi karena khawatir terjadi longsor susulan. Pasalnya, kondisi pondasi sudah terlihat rapuh dan dikhawatirkan akan kembali runtuh.

"Kalau lihat kondisinya, pondasi itu bisa saja runtuhnya menjalar. Karena tidak kuat menahan debit air dan juga tanah dari atas yang terbawa sama air. Jadi warga yang dari tiga rumah itu dievakuasi ke rumah warga di sekitar," pungkasnya.


(SAN)