Militer Filipina Tewaskan 8 Simpatisan ISIS

   •    Jumat, 27 Nov 2015 13:38 WIB
isis
Militer Filipina Tewaskan 8 Simpatisan ISIS
Bendera ISIS (AFP/Marwan Ibrahim)

Metrotvnews.com, Manila: Marinir Filipina menewaskan 8 orang yang diduga sebagai simpatisan ISIS. Peristiwa tersebut terjadi dalam sebuah bentrok di Filipina bagian selatan pada Kamis (26/11/2015).

Dalam operasi tersebut, Marinir Filipina juga menyita alat pembuat bom, senapan serbu dan bendera hitam khas ISIS.

Komandan Marinir Filipina Brigadir Jenderal Emmanuel Salamat menyebutkan, Para militan dibunuh dalam bentrok singkat di daerah pedalaman dekat Kota Palimbang, Provinsi Sultan Kudarat. Sebagian besar militan berkewarganegaraan Filipina walauppun ada satu orang yang diduga berasal dari Indonesia.

Dokumen yang disita petugas menunjukkan para militan bagian dari kelompok Ansar Al-Khilafa Filipina, grup militan baru beranggotakan sekitar 50 orang yang bersumpah setia kepada ISIS pimpiinan Abu Bakr al-Baghdadi tahun lalu.

Marinir Filipina menemukan dua senapan serbu, satu pistol, alat dan material pembuatan bom, rado, dokumen dan lima bendera yang terinspirasi oleh ISIS.

"Pasukan kami berusaha menangkkap mereka tapi kelompok kriminal ini membuka tembakan," sebut Salamat melalui percakapan telepon, seperti dikutip Associated Press, Kamis (26/11/2015).

"Kami sebelumnya menerima informasi mereka menjalankan pelatihan membuat bom dan mereka ingin mengembangkan grup mereka, jadi kami menjadikan mereka sebagai target," ujar Salamat.

Salamat menyebutkan masih belum jelas apakah peimpimpin grup, Mohamad Jaafar Maguid, atau yang dikenal juga dengan nama Abu Ghaib ataupun Panglima Tokboy termasuk dalam daftar militan yang tewas.

Laporan pemerintah menghubungkan Maguid dan anak buahnya pada setidaknya enam serangan termasuk pembunuhan tentara, dua insiden pelemparan granat dan pengeboman di Kota Malapatan, Provinsi Sarangani pada April 2010.

Setidaknya tiga grup militan di Filipina bagian selatan seperti Ansar al Khillafa dan Abu Sayyaf telah menyatakan kesetiannya kepada ISIS tapi belum ada bukti mereka melakukan kolaborasi aktif dengan ISIS, sebut seorang pejabaat keamanan Filipina.


(WAH)