Kemenperin Targetkan Tahun Depan Industri Tumbuh 5,7%

Husen Miftahudin    •    Jumat, 27 Nov 2015 14:26 WIB
perindustrian
Kemenperin Targetkan Tahun Depan Industri Tumbuh 5,7%
Menteri Perindustrian Saleh Husin (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis sektor industri Tanah Air akan terus menggeliat di tahun depan. Kondisi demikian dinilai positif sehingga Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri pada 2016 sebesar 5,7 persen.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, pihaknya ingin terus menjaga konsistensi pertumbuhan industri lebih tinggi daripada angka pertumbuhan ekonomi nasional. Meski pelambatan ekonomi global diprediksi terus berlanjut, namun angka pertumbuhan 5,7 persen dianggap paling realistis bagi industri dalam negeri.

"2016, ditargetkan pertumbuhan industri mampu mencapai 5,7 persen. Ini di atas target pertumbuhan ekonomi yang 5,3 persen," kata Saleh, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Pada kuartal III-2015, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,21 persen. Sementara, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diharapkan sebesar 18,5 persen.

Ia memaparkan, hingga kuartal III-2015, capaian kontribusi industri terhadap PDB mencapai 17,82 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 17,42 persen. Secara nominal, ekspor produk hasil industri (industri pengolahan non migas) sampai Agustus 2015 sebesar USD72,21 miliar dan impor produk komoditi industri sebesar USD72,49 miliar.

Ekspor produk hasil industri (industri pengolahan non migas) hingga Agustus 2015 memberikan kontribusi sebesar 70,44 persen terhadap total ekspor nasional. Pangsa pasar ekspor utama produk industri menuju Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Singapura, dan India.

"Optimisme kita masih realistis karena didasari arus investasi yang terus masuk dan termasuk realisasi ekspor serta produksi dari industri, menengah hingga kecil," ujarnya.

Selain itu, kata Saleh, dalam beberapa kali kesempatan bertemu dengan pelaku industri dan kuinjungan pabrik, keyakinan pada prospek bisnis di Tanah Air masih kuat. Hal ini terlihat dari investasi yang masuk ke sektor industri nasional.

Ia menjelaskan, nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri di kuartal III-2015 sebesar Rp20,05 triliun atau tumbuh sebesar 7,45 persen dibanding kuartal III-2014 sebesar Rp18,66 triliun.

"Sedangkan nilai investasi PMA (Penanaman Modal Asing) sektor industri pada kuartal III-2015 mencapai USD3,15 miliar. Sehingga nilai total investasi yang masuk pada kuartal III-2015 mencapai USD4,75 miliar," pungkas  Saleh.



(ABD)