Komisi III Jangan Cari-cari Masalah

Dheri Agriesta    •    Jumat, 27 Nov 2015 16:06 WIB
capim kpk
<i>Komisi III Jangan Cari-cari Masalah</i>
Ruhut Poltak Sitompul----Ant/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi di Komisi III ditunda. Sebagian fraksi berpendapat unsur kejaksaan dan pengalaman 15 tahun dalam bidang hukum yang harus dimiliki capim KPK tak dipenuhi panitia seleksi KPK dalam menjaring calon pimpinan.

Dua unsur tersebut membuat rapat pembahasan capim ditunda. Hal ini membuat anggota Komisi III asal Fraksi Demokrat Ruhut Poltak Sitompul merasa aneh. Dia menyebut, Komisi III sedang mencari masalah.

"Dari 2002, (dua unsur itu) enggak ada, bebas. Kan ada deputi dan sebagainya di bawah (pimpinan), ya kawan-kawan jangan cari masalah," kata Ruhut saat dihubungi wartawan, Jumat (27/11/2015).

Ruhut mengaku, unsur Kejaksaan dalam deretan nama capim KPK terpilih memang penting. Namun, berkaca dari pengalaman pimpinan KPK terdahulu, kurangnya unsur itu harusnya tak menjadi masalah. Ruhut mengatakan, unsur dari kepolisian tak ada dalam deretan pimpinan KPK terdahulu. Tapi, anggota Dewan bersikap biasa saja dan menerima hal itu.

Proses pemilihan calon pimpinan KPK pun akan dilanjutkan Senin depan. Secara pribadi, Ruhut ingin proses dilanjutkan ke tahap pemilihan.

"Seleksi jangan kaku," tambah dia.

Ruhut menambahkan, masih ada dua capim KPK yang telah dipilih di era Presdien Susilo Bambang Yudhoyono. Ia berharap, anggota Komisi III dapat bekerja dengan serius sehingga tak menambah pekerjaan yang harus diurus Presiden Joko Widodo.

"DPR jangan nyusahin Presiden atau orang lain," pungkas Ruhut.

Komisi III menunda pembahasan soal capim KPK. Alasannya tidak ada unsur kejaksaan dan calon yang tidak berlatar belakang pendidikan hukum. Masing-masing fraksi akhirnya menyepakati rapat ditunda hingga Senin 30 November 2015.

Meski menunda rapat, Komisi III kerap mengumbar kata 'segera' saat ditanya soal pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Kata ini diulang pimpinan, pimpinan komisi hingga anggota. Tapi dalam pelaksanaannya, DPR belum juga melakukan uji tersebut.

Kata 'segera' mulai muncul dua bulan silam. Fadli Zon mulainya berkata, fit and proper test sudah diagendakan dan segera dilakukan. Tapi, sejumlah dalih kemudian diutarakan. Mulai dari reses hingga pembahasan APBN 2016.

Pascareses, Komisi III yang ditugasi melakukan uji kepatutan dan kelayakan, mulai menggelar rapat dengan panitia seleksi capim KPK. Tapi dalam rapat itu, Komisi III menunda pembahasan capim, semalam.

Hal ini sempat disesalkan anggota pansel, Yenti Ganarsih. Yenti geram lantaran tanggapan Komisi III baru dikatakan saat waktu yang sudah mepet. Desakan buat segera melakukan uji kepatutan pun merebak di publik. Tapi, komisi III masih menebar janji segera.


(TII)