Istana Tak Pikirkan Skenario Lain Soal Capim KPK

Desi Angriani    •    Jumat, 27 Nov 2015 16:34 WIB
capim kpk
Istana Tak Pikirkan Skenario Lain Soal Capim KPK
Mensesneg Pratikno dan Presiden Jokowi----MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Istana tak menyiapkan skenario lain bila Komisi III DPR akhirnya mengembalikan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Presiden Joko Widodo. Sejauh ini, pemerintah masih berharap Komisi III memilih capim yang sudah diajukan presiden.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, pemerintah yakin tahap uji kepatutan dan kelayakan digelar Komisi III. "Kami tidak berpikir ada skenario lain," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2015).

Pratikno menuturkan, pemerintah sudah menjalankan fungsi dengan membentuk panitia seleksi capim KPK. Kemudian menyerahkan delapan nama yang lolos ke DPR, September lalu. Sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, pemerintah berharap Komisi III menyampaikan usulan lima dari 10 calon pemimpin KPK yang sudah diajukan.

"Ini sudah berlangung lebih dari tiga bulan. Kami sangat berharap Komisi III akan menyampaikan usulan lima calon dan kemudian diputuskan dalam pleno," ungkap dia.

Terkait catatan yang diberikan DPR terhadap capim KPK, Pratikno yakin pansel capim KPK sudah bekerja maksimal. Pansel sudah memilih calon terbaik dengan menggandeng ahli dan pakar. Proses pemilihan, kata dia, juga diselenggarakan secara terbuka.

"Setahu saya pansel sudah memberikan banyak penjelasan bukan hanya pada publik, dokumen juga sudah dikirimkan pada Komisi III," pungkas dia.

Proses pemilihan calon pimpinan KPK di Komisi III ditunda. Sebagian fraksi berpendapat unsur Kejaksaan dan pengalaman 15 tahun dalam bidang hukum yang harus dimiliki capim KPK tak dipenuhi panitia seleksi KPK dalam menjaring calon pimpinan.

Proses pemilihan calon pimpinan KPK pun akan dilanjutkan Senin depan. Meski menunda rapat, Komisi III kerap mengumbar kata 'segera' saat ditanya soal pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Kata ini diulang pimpinan, pimpinan komisi hingga anggota. Tapi dalam pelaksanaannya, DPR belum juga melakukan uji tersebut.

Kata 'segera' mulai muncul dua bulan silam. Fadli Zon mulainya berkata, fit and proper test sudah diagendakan dan segera dilakukan. Tapi, sejumlah dalih kemudian diutarakan. Mulai dari reses hingga pembahasan APBN 2016.

Pascareses, Komisi III yang ditugasi melakukan uji kepatutan dan kelayakan, mulai menggelar rapat dengan panitia seleksi capim KPK. Tapi dalam rapat itu, Komisi III menunda pembahasan capim, semalam.

Hal ini sempat disesalkan anggota pansel, Yenti Ganarsih. Yenti geram lantaran tanggapan Komisi III baru dikatakan saat waktu yang sudah mepet. Desakan buat segera melakukan uji kepatutan pun merebak di publik. Tapi, Komisi III masih menebar janji segera.


(TII)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA