Indonesia akan Ajukan 3 Calon Direktur AIIB

   •    Jumat, 27 Nov 2015 16:37 WIB
bank infrastruktur
Indonesia akan Ajukan 3 Calon Direktur AIIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut Indonesia akan mengajukan tiga calon untuk menduduki jajaran direksi lembaga multilateral baru yakni Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang akan beroperasi pada awal 2016. 

"Kami masih pilih, persyaratannya juga akan cukup ketat," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Selain dari jajaran pemerintah, kata Sofyan, tidak tertutup kemungkinan calon direksi yang diajukan berasal dari profesional nonpemerintah. "Mereka nanti akan berkompetisi dengan calon dari negara pendiri lain," ujarnya, enggan mengungkapkan siapa ketiga calon tersebut.

Sofyan mengatakan pemerintah memang membutuhkan alternatif sumber pendanaan yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur, mengingat anggaran pemerintah melalui APBN baru memenuhi 30 persen dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur hingga 2019 yang sebesar Rp5.500 triliun.

Saat penandatangan artikel perjanjian AIIB Juli lalu, pemerintah menyebut akan menyetor modal sebesar USD672,1 juta sekaligus menjadi pemegang saham terbesar kedelapan dari 57 negara pendiri.

AIIB akan menjadi bank yang hanya berfokus pada infrastruktur, berbeda dengan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) dan Bank Dunia yang juga menyasar sektor pendidikan, lingkungan dan lainnya.

Indikasi Pinjaman dari AIIB, Sofyan menyebut, Indonesia akan mendapat pinjaman proyek dari AIIB pada kuartal III-2016, setelah proses revisi Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri atau Blue Book 2015-2019 rampung. Proyek-proyek yang akan didanai AIIB, kata Sofyan, akan tercantum dalam Blue Book baru tersebut.


(ABD)