NasDem Ikut Suara Dominan Soal Capim KPK

Dheri Agriesta    •    Jumat, 27 Nov 2015 16:58 WIB
capim kpk
NasDem Ikut Suara Dominan Soal Capim KPK
Taufiqulhadi----MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses pemilihan calon pimpinan KPK akan ditentukan Komisi III DPR dalam rapat pleno, Senin 30 November 2015. Rapat akan memutuskan calon layak diuji lebih lanjut atau dikembalikan ke pemerintah.

Fraksi NasDem sebagai salah satu fraksi di parlemen mengaku akan mengikuti suara dominan saat rapat digelar.

"Kami bukan trendsetter," kata anggota Komisi III dari Fraksi NasDem Taufiqulhadi saat dihubungi, Jumat (27/11/2015).

Yang paling penting, kata dia, masyarakat paham bahwa proses pemilihan capim KPK memiliki kelemahan secara hukum. Komisi III telah menunda proses pemilihan delapan calon pimpinan, salah satunya karena unsur perwakilan kejaksaan tak dipenuhi.

Hal ini dianggap akan menyulitkan KPK dalam hal penuntutan. Taufiqulhadi menekankan, jika DPR menerima dan melanjutkan proses pemilihan capim KPK yang lemah secara hukum, kesalahan akan menjadi beban DPR.

"Ketika KPK lemah karena cacat hukum itu, jangan persalahkan DPR," kata Taufiqulhadi.

Kemarin, Presiden Joko Widodo berbicara mengenai proses pemilihan capim KPK. Jokowi meminta DPR memilih lima dari sepuluh nama sebagai pimpinan KPK. Permintaan ini sesuai amanah Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Permintaan menyusul belum disepakatinya kapan uji kepatutan dan kelayakan digelar. Padahal, pemerintah sudah mengirim nama calon pimpinan sejak September 2015. Dua bulan berlalu, DPR masih saja berjanji segera memroses. Tapi janji tak kunjung ditepati. Malah kini DPR berwacana mengembalikan calon ke pemerintah.

Soal permintaan Presiden Jokowi, Taufiqulhadi bisa memahami. Fraksi NasDem sebagai kepanjangan Partai NasDem dan pendukung pemerintah di parlemen akan mempertimbangkan permintaan itu.

"Kami pertimbangkan. Yang paling penting permintaan UU. Yang menjadi keharusan itu UU," kata dia.


(TII)