Polri Diminta Jemput Bola di Skandal `Papa Minta Saham`

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 27 Nov 2015 17:04 WIB
pencatut nama presiden
Polri Diminta Jemput Bola di Skandal `Papa Minta Saham`
Ratusan demonstran bersama Komite Advokat Pendukung KPK berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/11/2015).MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri tak bisa menunggu, apalagi berpangku tangan menyikapi skandal `papa minta saham` yang diduga kuat menyeret Ketua DPR Setya Novanto. Polri harus menjemput bola.

Menurut Komisioner Kompolnas Muhammad Nasser, Jumat (27/11/2015), dugaan pelanggaran etik kasus ini memang menjadi domain Mahkamah Kehormatan Dewan. Tapi, sejatinya kasus ini juga berpotensi melahirkan persoalan hukum.

"Polisi harus antisipasi," kata Nasser. "Polri harus menggali informasi."

Polri tak boleh menunggu. Menurut Nasser, Polri bisa tetap mengusut kasus ini berbarengan dengan proses yang berlangsung di Senayan. "Sepanjang ada bukti permulaan dan kecurigaan pelanggaran hukum," kata dia.

Yang tak kalah penting, tambah dia, Polri harus bekerja profesional. Tidak mudah terpancing. Independen.

Perihal dugaan penipuan dan pencemaran nama baik, Nasser mengatakan, polisi punya kemampuan jelas mendeteksi tindak pidana ini. Polisi harus segera mencari alat bukti.

"Entah itu langkah intelijen atau apa pun. MKD itu persoalan etik loh," Nasser mengingatkan.


(ICH)

Novanto Mengaku Ikhlas Diganti

Novanto Mengaku Ikhlas Diganti

31 minutes Ago

Idrus menuturkan, dalam perbincangan dengannya beberapa hari lalu, Novanto mengaku ikhlas dan t…

BERITA LAINNYA