12 Anak Meninggal, Jatam Galang Dana Tutup 150 Lubang Tambang

Syahrul Karim    •    Jumat, 27 Nov 2015 17:43 WIB
pertambangan
12 Anak Meninggal, Jatam Galang Dana Tutup 150 Lubang Tambang
Galian bekas tambang di Kalimantan Timur. Foto: Ant/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Samarinda: Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur melanjutkan aksi solidaritas atas meninggalnya 12 anak di lubang tambang. Hari ini aksi dilakukan di Halaman Kantor Wali Kota Samarinda, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda. 

Di kantor itu, Jumat (26/11/2015), para aktivis memajang foto 12 anak yang meninggal di lubang tambang. Mereka mengungkit lemahnya penanganan pemerintah terhadap kasus kematian anak di bekas galian tambang di Samarinda dan Kalimantan Timur.

Jatam mempersoalkan pembiayaan penutupan lubang tambang yang tidak menjadi perhatian serius pemerintah. Koordinator aksi Romiansyah menuding pemerintah telah gagal dan lalai sehingga 12 anak menjadi korban di lubang bekas tambang.

Menurut data Jatam, saat ini ada 150 lubang tambang yang masih terbuka dan perlu direklamasi. Pemerintah, kata Romiansyah, menjadikan aspek kurangnya biaya sebagai dalih untuk tidak menutup lubang tambang yang memerlukan reklamasi.

"Sebanyak 150 lubang tambang yang ada di Kota Samarinda masih perlu ditutup. Mereka bilang dana jaminan reklamasi tidak cukup," kata Romiansyah.

Romiansyah menjelaskan, aksi ini dimaksudkan untuk menghimpun dana dari masyarakat guna menutup lubang tambang di Samarinda. Ketika pemerintah tidak mampu menutup lubang tambang, masyarakat secara sukarela akan menutup lubang.

Melalui aksi ini, Jatam Kaltim menyatakan jika 27 November menjadi Hari Samarinda Berkabung. "Hari ini, kami nyatakan sebagai Hari Samarinda Berkabung," tegas Romiansyah.

Jatam Kaltim mengajak masyarakat berpartisipasi dalam penanganan dan reklamasi penutupan lubang bekas tambang. Jika dana sudah terkumpul akan diberikan ke pemerintah. Agar tidak ada alasan lagi untuk menangani lubang bekas tambang.

Ini 11 dari 12 anak menjadi korban sia-sia di lubang bekas tambang. 

- Miftahul Jannah, Junaidi, dan Ramadhani: tewas 13 Juli 2011 di lubang PT Hymco Coal.

- Bocah tidak diketahui namanya: tewas di kolam tambang pada 2011. 

- Dede Rahmat, dan Ema: tewas 24 Desember 2011 di lubang PT Panca Prima Mining.

- Maulana Hendra: tewas 25 Desember 2012 di lubang tambang PT Insani Bara Perkasa.

- Nadia Zaskia Putri: tewas 8 April 2014 di lubang tambang PT Energi Cahaya Industritama.

- M Raihan Saputra: tewas 23 Desember 2014 di lubang tambang PT Graha Benua Etam. 

- Ardi (10 tahun), dan Wulandari (13): tewas Mei 2015 di lubang tambang PT Cahaya Energi Mandiri.


(DOR)

Rapat Pleno Penentuan Nasib Novanto Digelar Tertutup

Rapat Pleno Penentuan Nasib Novanto Digelar Tertutup

30 minutes Ago

DPP Partai Golkar tengah menggelar rapat pleno dengan agenda konsolidasi internal pasca-kasus y…

BERITA LAINNYA