KPK Akui Dalami Keterlibatan Pertamina dalam Suap Rudi Rubiandini

   •    Selasa, 19 Nov 2013 01:32 WIB
KPK Akui Dalami Keterlibatan Pertamina dalam Suap Rudi Rubiandini
Karen Agustiawan--MI/M Irfan/cs

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mendalami dugaan keterlibatan PT Pertamina dalam suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pendalaman itu dilakukan dengan pemanggilan Direktur Utama PT Pertamina, Karen G Agustiawan, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, mengatakan pendalaman terhadap PT Pertamina dilakukan pada proses tender di SKK Migas. "Jadi memang kami memperlajari keterlibatan Pertamina dalam penjualan, pelelangan, tender di SKK Migas," kata Busyro di Gedung KPK, Jakarta, Senin (18/11) malam.

Lantaran itu, KPK melakukan pemanggilan terhadap Dirut Pertamina, Karen Agustiawan. Nama Karen sendiri, kata Busyro, muncul belakangan.

Namun, Busyro belum memastikan apakah Karen bakal jadi tersangka dalam perkara tersebut. Sebab, penyidikan terhadap Karen masih terlalu dini untuk menyimpulkan keterlibatannya. "Karen ini kan baru diperiksa kemarin," jelasnya.

Sebelumnya, dalam dakwaan Simon Gunawan Tanjaya terungkap, PT Pertamina pernah menghadiri rapat bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas dan SKK Migas pada 28 Mei 2013. Pada rapat itu disimpulkan, Kondensat Senipah bagian negara dengan volume 300 ribu barel tidak dapat diolah Kilang Pertamina. Sebab, ada keterbatasan penyerapan kilang atas volume Kondensat Senipah yang tersedia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pendapatan negara, rapat memutuskan dilakukan lelang terhadap Kondensat Senipah untuk mendapat penawaran terbaik. Kondensat Senipah ini lalu menjadi barang yang diinginkan PT Kernel Oil Pte Ltd. Pada dakwaan Simon terungkap, PT Kernel menyuap buat mendapat jatah Kondensat Senipah tersebut.

Tak hanya itu, PT Pertamina juga diketahui pernah bekerja sama dengan PT Parna Raya Group dalam pengadaan bahan bakar minyak bersubdisi untuk nelayan. Komisaris PT Parna Raya Artha Meris Simbolon sendiri, saat ini sudah dicegah KPK.


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA