Ketidaktegasan Pemerintah soal UMK Membuat Buruh Manja

Amaluddin    •    Jumat, 27 Nov 2015 18:06 WIB
upah
Ketidaktegasan Pemerintah soal UMK Membuat Buruh Manja
Buruh rokok (ilustrasi). (Ant/Andreas)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur diprediksi menurun jika banyak perusahaan yang hengkang. Tingginya tuntutan buruh terhadap upah minimum kabupaten/kota (UMK) seakan mencekik para pengusaha. 

Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Wasiaturrahma, menilai ketidaktegasan pemerintah terhadap UMK membuat buruh manja dan terus mendesak untuk menaikkan UMK. 

"Harusnya, buruh paham kondisi ekonomi kita sedang lemah, bukan malah semaunya sendiri," kata Wasiaturrahma, dihubungi di Surabaya, Jumat (27/11/2015).

Dia berharap pemerintah bersikap tegas terkait penetapan UMK, agar pelaku usaha fokus distribusi perusahaan maksimal. Jika tidak demikian, kata dia, Provinsi Jatim akan kesulitan mendatangkan investor. Sehingga, ekonomi di Jatim bukan malah tambah baik, justru malah buruk.

"Kalau buruhnya terus mendesak kenaikkan UMK, pelaku usaha pasti mikir-mikir untuk berinvestasi di Jatim. Lalu, bagaimana menaikkan pertumbuhan ekonomi di Jatim, lalu bagaimana dengan pelaku usaha yang hengkang dari Jatim," kata dia.

Untuk itu, kata dia, pemerintah pusat harus bersikap tegas terkait UMK. Pemerintah daerah juga tidak boleh ikut campur dalam persoalan ini. "Artinya, pemerintah pusat dengan daerah harus mampu berintegrasi mensejahterakan buruh dan juga tidak menekan bagi pelaku usaha. Apalagi kita akan menghadapi MEA," tandasnya.


(SAN)