Kementerian ESDM Catat Penghematan Devisa USD15,84 Juta/Hari

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 27 Nov 2015 18:52 WIB
kementerian esdm
Kementerian ESDM Catat Penghematan Devisa USD15,84 Juta/Hari
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat dengan beroperasinya beberapa kilang baru maka dapat menghemat devisa negara mencapai sebesar USD15,84 juta atau sekitar Rp214 miliar.

Menteri ESDM Sudirman Said menyebut tiga proyek kilang yang menyumbang penghematan pada devisa negara di antaranya Refinery Fluid Catalytic Cracking (RFCC) unit IV Cilacap, Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC), dan Research Development Master Plan (RDMP). Serta switching sweet ke sour crude.

"Potensi penghematan devisa yang bisa dihemat dari beroperasinya kilang-kilang baru seperti RFCC sebesar USD3,56 juta per hari. PLBC sebesar USD1,49 juta per hari. RDMP USD10,52 juta per hari. Switching sweet ke sour crude sebesar USD 0,27 juta per hari," sebut Sudirman, di Kantor Direktorat Jendral Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Sudirman menjelaskan, dengan diresmikannya RFCC Cilacap yang merogoh investasi sekitar USD846 juta maka hal ini dapat meningkatkan produk gasoline dengan Research Octane Number (RON) 92 sebesar 37,5 MBOPD, mengurangi impor HOMC sebanyak 600 ribu barel per bulan, meningkatkan ketahanan stock Premium menjadi 91 MBOPD sehingga mengurangi impor Premium 15 persen, mengurangi impor solar 30 persen, dan meningkatkan produksi elpiji dari 440 ton per hari menjadi 950 ton per hari.

Sementara untuk PLBC, Sudirman melanjutkan, program yang merogoh investasi senilai USD392 juta ini dapat menaikan spesifikasi gasolin RON 88 menjadi Pertamax RON 92, meningkatkan kapasitas platforming 30 persen, dan membangun unit light Naphtha Hydrotreating & isomerization sebanyak 21.500 bopd.

Untuk RDMP kilang Cilacap, masih kata Sudirman, program ini dapat meningkatkan kapasitas pengolahan kilang minyak dari 348 mbopd menjadi 370 mbopd. "Jadi total potensi devisa yang bisa dihemat per hari mencapai USD15,84 juta atau sekitar Rp214 miliar," tutup dia.


(ABD)