Diduga Kartel, KPPU Sidak Beras Serentak di 4 Daerah

Husen Miftahudin    •    Jumat, 27 Nov 2015 19:17 WIB
beraskppu
Diduga Kartel, KPPU Sidak Beras Serentak di 4 Daerah
Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk meninjau ketersediaan beras IR-64 kualitas medium di beberapa sentra produksi. Hal ini dilakukan karena adanya indikasi kartel oleh oknum tertentu yang menimbun beras tersebut.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengungkapkan, sidak dilakukan secara serentak di empat daerah sekaligus. Daerah tersebut adalah Jakarta dan sekitarnya, Jawa Timur, Makassar, dan Medan.

"Kita serentak melakukan kunjungan sidak ke sentra-sentra produksi di Makassar karena pedagang-pedagang di sini biasa membeli dari Makassar. Kemudian juga kita lakukan pada saat bersamaan di Jawa Timur, teman-teman KPPU di Jatim turun ke gudang-gudang, pasar-pasar untuk melihat langsung," ujar Syarkawi, saat sidak di Pasar Johar, Karawang, Jawa Barat, Jumat (27/11/2015).

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga melakukan sidak di Medan. "Jadi empat daerah yakni Jakarta termasuk Karawang, Medan, Jawa Timur, Makassar itu kita lakukan secara bersamaan. Nanti report (laporannya) akan kita kumpulkan," papar dia.

Ia menjelaskan, sidak tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mendalami indikasi kartel yang dilakukan oknum secara bersama-sama. Menurut dia, pendalaman tersebut untuk mengetahui rantai distribusi antara produsen ke konsumen akhir.

"Itu yang akan kita lihat. Karena faktanya beras cukup dan mereka masih dalam periode panen raya. Bahkan kata pedagang tadi, pasokan beras hingga Desember itu masih aman. Apalagi di sini panen raya, di tempat lain baru mau panen, di tempat lain lagi mau tanam. Itu berkelanjutan," pungkas Syarkawi.


(ABD)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA